ADVERTISEMENT

Selasa, 23 Agu 2011 15:17 WIB

Korek Kuping Hanya untuk Telinga Bagian Luar

- detikHealth
Jakarta - Umumnya masyarakat membersihkan telinga menggunakan korek kuping atau cutton bud. Tapi hindari penggunaan korek kuping untuk bagian dalam telinga, karena alat pembersih ini hanya diperuntukkan bagi telinga luar.

Seseorang biasanya akan merasakan sensasi tersendiri ketika membersihkan telinga menggunakan korek kuping. Meski begitu jangan terlalu asyik hingga memasukkan korek kuping terlalu dalam, karena berisiko menyebabkan gangguan pendengaran.

Korek kuping yang dimasukkan terlalu dalam bisa membuat kotoran yang sudah mengeras terdorong masuk lebih dalam lagi sehingga menyebabkan penyumbatan atau berisiko kapas dari korek terlepas dan tertinggal di dalam telinga, seperti dikutip dari Health, Selasa (23/8/2011).

Kondisi lain yang mungkin terjadi jika terlalu dalam membersihkan telinga dengan menggunakan korek kuping yaitu bisa memicu terjadinya iritasi atau infeksi di telinga bagian dalam yang menyebabkan gangguan dalam pendengaran.

Kotoran di telinga atau dikenal sebagai cerumen dihasilkan oleh kulit bagian luar yang memiliki kelenjar khusus. Biasanya sejumlah kecil kotoran ini akan terakumulasi kemudian mengering dan keluar dari saluran telinga sambil membawa partikel debu yang tidak diinginkan.

Jika kotorannya lunak atau tidak terlalu padat, nantinya kotoran tersebut akan keluar dengan sendirinya dan menguap. Sehingga cukup dibersihkan bagian luar dari telinga saja.

Sedangkan untuk membersihkan kotoran yang terdapat di dalam telinga, bisa menggunakan cairan peroksida (H2O2) untuk membantu mengeluarkannya atau membersihkan ke dokter THT setiap 3-4 bulan sekali.

Selain itu studi terbaru menunjukkan penggunaan korek kuping yang tidak tepat bisa memicu terjadinya kerusakan pada gendang telinga serta tinnitus (telinga yang berdengung). Meski ujungnya terbuat dari kapas, alat ini tetap saja berisiko jika digunakan dengan tidak tepat.

Kerusakan atau pecahnya gendang telinga bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi telinga, menyodok benda asing ke dalam telinga, barotrauma (tekanan di dalam dan luar telinga tidak sama), cedera kepala serta suara keras yang tiba-tiba.

(ver/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT