Rabu, 04 Apr 2012 19:03 WIB

Jawab Pertanyaan Ini untuk Tahu Risiko Impotensi

- detikHealth
(Foto: thinkstock) (Foto: thinkstock)
Jakarta - Beberapa laki-laki kadang tidak tahu atau tidak sadar jika dirinya memiliki disfungsi ereksi. Tapi ada beberapa pertanyaan yang bisa dijawab untuk tahu apakah berisiko memiliki disfungsi ereksi.

Peneliti dari sUniversity of Chicago Medicine menemukan beberapa pasien yang berkunjung ke dokter memiliki masalah seksual. J. Stephen Jones, MD ahli urologi dari Cleveland Clinic menuturkan beberapa laki-laki kadang enggan terlibat dalam pembicaraan mengenai disfungsi ereksi.

Untuk itu ada beberapa pertanyaan umum yang bisa membantu laki-laki mengenai apakah ia berisiko terkena disfungsi ereksi, seperti dikutip dari Menshealth, Rabu (4/4/2012) yaitu:

1. Apakah sering tidak bisa ereksi?
Hal ini mungkin terlihat bukan suatu hal yang berarti, tapi jika seseorang sering tidak bisa mengalami ereksi maka hal ini bisa menjadi salah satu gejala dari disfungsi ereksi. Penanganan yang lebih dini bisa membantu mengembalikan kehidupan seksual menjadi normal.

2. Apakah memiliki komplikasi kesehatan tertentu?
Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, arterosklerosis bisa menyebabkan pengerasan arteri dan mempengaruhi jumlah aliran darah yang mencapai penis.

Jadi jika orang punya kondisi kesehatan seperti ini maka bisa mengurangi kesempatannya untuk mengalami ereksi dan meningkatkan risiko terkena disfungsi ereksi.

3. Apakah kelebihan berat badan?
Kesehatan secara menyeluruh memainkan peran penting dalam proses ereksi. Laki-laki yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi.

Studi yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine menemukan kondisi tertentu yang berkaitan dengan obesitas khususnya hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan penentu utama dari obesitas yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.

4. Apakah memiliki gaya hidup yang tidak aktif?
Laki-laki yang tidak aktif bisa mempengaruhi kondisi pembuluh darah yang nantinya berdampak pada kemampuannya untuk mencapai ereksi. Studi yang dilakukan Harvard School of Public Health menemukan pria yang olahraga selama 20-30 menit sehari mengurangi risiko terkena masalah ereksi hingga 50 persen.

5. Apakah merokok?
Rokok, alkohol dan narkoba bisa berperan dalam merusak pembuluh darah yang menjadi penyebab utama disfungsi ereksi. Seseorang yang diketahui disfungsi ereksi akan memiliki kesempatan ereksi yang lebih baik sebesar 91,5 persen jika ia berhenti merokok.

Jika ada jawaban 'ya' dari salah satu pertanyaan tersebut atau justru semuanya, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan melakukan beberapa perubahan sederhana untuk meningkatkan kehidupan seksualnya.




(ver/ir)
News Feed