Rabu, 26 Des 2012 19:42 WIB

Energi & Optimisme Pria Meningkat Setelah Melihat Video Porno

- detikHealth
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Hormon seks pada pria, testosteron, bisa meningkatkan energi dan optimisme. Ternyata energi dan optimisme pria ini bisa meningkat setelah melihat video porno.

Dilaporkan pria yang menonton tayangan porno, testosteronnya meningkat 35 persen dalam kurun waktu 60-90 menit setelah melihat yang porno-porno tersebut. Tidak mengherankan, para pria menyukai tontonan semacam itu. Demikian penelitian yang dilakukan The Archives of Sexual Behavior dan dikutip Foxnews, Rabu (26/12/2012).

Testosteron juga bisa membuat pria melakukan hal-hal gila. Misalnya saja penelitian yang dilakukan pada 98 pria untuk membandingkan level testosteron dengan kemauannya untuk mengambil risiko finansial dalam simulasi komputer. Hasilnya laki-laki dengan tingkat testosteron yang lebih tinggi berkeinginan menginvestasikan lebih banyak uang. Hmm....

Pria dengan tingkat testosteron tinggi, menurut penelitian Wayne State University, lebih berkesempatan memenangkan hati seorang perempuan. Sebab pria dengan kadar testosteron tinggi terlihat lebih tegas dan menguasai pembicaraan sehingga dipandang lebih menarik oleh kaum hawa.

Tingginya kadar testosteron pada pria juga ditengarai membuatnya terhindar dari kematian sebelum waktunya. Memang umur ada di tangan Tuhan, namun pria dengan tingkat testosteron rendah dikaitkan dengan diabetes tipe 2 dan obesitas. Pria yang memiliki testosteron rendah juga lebih berpotensi mengalami sakit jantung, yang bisa menjadi penyebab kematian.

Fakta menarik lain terkait testosteron adalah karena masa puncaknya menyerupai siklus menstruasi perempuan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Hormones and Behavior, para peneliti menemukan bahwa testosteron mencapai level puncaknya setiap 28 hari dan pada akhir pekan. Sebab umumnya di akhir pekan pria melakukan seks paling banyak.

Penelitian baru yang dilakukan University of Bonn juga menunjukkan bahwa hormon testoteron sering disalahpahami dan berpengaruh pada perilaku sosial dan interaksi yang jujur. Dalam penelitiannya, 46 pria diberi gel testosteron dan 45 pria lainnya diberi plasebo.

Nah, keesokan harinya, ke-91 orang itu diminta untuk melempar dadu secara tertutup. Mereka diminta untuk melaporkan angka-angka dadunya. Mereka juga mendapat uang berdasar hasil lemparan dadunya. Setelah membayar para peserta, para peneliti menemukan bahwa pria yang menerima gel testosteron lebih jujur dalam melaporkan hasil yang mereka peroleh.

Mengapa bisa demikian? Menurut peneliti, tingginya kadar testosteron meningkatkan rasa bangga dan meningkatkan citra diri. Sedangkan kecurangan menurut mereka bakal menempatkannya dalam bahaya. Sehingga para pria dengan gel testosteron ini tidak mau mengambil risiko hanya dengan beberapa dollar yang mereka terima.

Dari penelitian diketahui bahwa hormon tidak hanya mempengaruhi apa yang pria lakukan, tetapi apa yang dilakukan pria juga mempengaruhi level hormon testosteron.

(vit/ver)