Senin, 13 Mei 2013 10:57 WIB

Ganti Sikat Gigi Usai Kena Radang Tenggorokan, Haruskah?

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sikat gigi bisa menjadi tempat menempelnya kuman-kuman penyebab radang tenggorokan dan memicu kekambuhan bila tidak segera diganti. Secara teori masuk akal, tetapi para ahli mengatakan kuman tidak semudah itu menempel di sikat gigi.

"Orang kadang mengasumsikan bahwa wajib hukumnya untuk mengganti sikat gigi setelah kena radang tenggorokan," kata Lauren K Shepard, DO, pakar kesehatan dari University of Texas Medical Branch seperti dikutip dari MensHealth.com, Senin (13/5/2013).

Dalam penelitiannya yang telah dipresentasikan di Pediatric Academic Societies Annual Meeting, Shepard mengungkap bahwa kecil kemungkinannya kuman penyebab radang tenggorokan bisa menempel di sikat gigi lalu memicu kekambuhan. Karena itu, saran untuk segera ganti sikat gigi tidak sepenuhnya benar.

Penelitian Shepard melibatkan 3 kelompok partisipan, sebagian mengalami radang tenggorokan biasa, sebagian radang tenggorokan karena infeksi kuman Group A Streptococcus (GAS), dan sebagian lagi dalam kondisi sehat. Seluruh partisipan diminta gosok gigi selama 1 menit, lalu sikat giginya diperiksa di laboratorium.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, hanya 1 sikat gigi yang mengandung kuman Streptococcus. Menariknya lagi, kuman itu ditemukan pada sikat gigi yang dipakai oleh partisipan yang sehat dan bukan dari partisipan dengan radang tenggorokan karena infeksi kuman tersebut.

Shepard menjelaskan, mulut manusia pada dasarnya dipenuhi oleh mikroorganisme. Sebagian jahat, sebagian lagi memang bisa menyebabkan penyakit. Namun tidak perlu khawatir, secara alami tubuh akan mengeluarkan saliva atau air liur untuk mengontrol populasi kuman-kuman tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinan kuman penyebab radang tenggorokan menempel di sikat gigi lalu memicu kekambuhan di kemudian hari, tidak terlalu signifikan. Namun demikian, penggantian sikat gigi disarankan untuk tetap dilakukan tiap 2-3 bulan.

(up/vit)