Kamis, 06 Jun 2013 09:56 WIB

Tisu atau Hand Dryer, Mana yang Lebih Baik?

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Getty Images) ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Pengering tangan atau hand dryer kini sangat mudah ditemukan baik di tempat cuci tangan atau toilet di restoran, rumah sakit, dan tempat umum lainnya. Hand dryer menggunakan udara panas untuk mengeringkan air yang ada di tangan, tetapi apakah ini lebih baik daripada mengeringkan tangan dengan tisu?

Nah, menurut sebuah studi penggunaan tisu ternyata lebih higienis karena dapat menghilangkan lebih banyak kuman. Tidak hanya itu lho, tisu juga memiliki kemampuan untuk mengeringkan tangan lebih cepat.

Seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (6/6/2013) para ahli mengungkapkan mencuci tangan sudah sangat jelas tujuannya. Namun keuntungan dari mencuci tangan justru akan gagal jika tangan tidak dikeringkan dengan baik.

Seorang ilmuwan biomedis, Cunrui Huang, mengungkapkan ini dikarenakan tangan yang basah akan lebih baik dalam menyebarkan kuman daripada tangan yang kering. Ulasannya dari 12 studi mengatakan bahwa secara keseluruhan tisu tetap lebih unggul.

Dalam sebuah studi menemukan bahwa dengan menggunakan tisu tangan akan kering 96 persen setelah 10 detik, dan 99 persen hanya dalam 15 detik. Sebaliknya, pengering akan memakan waktu lebih lama setidaknya 45 detik.

Jumlah waktu ini sangat penting karena kebanyakan orang mengambil waktu cukup sebentar untuk mengeringkan tangannya. Satu studi menemukan pria menghabiskan 17 detik dengan menggunakan mesin pengering dan wanita 13,3 detik.

Selain itu, tisu juga memiliki nilai lebih tinggi karena gerakan menggosok yang secara fisik juga dapat menghilangkan kuman. Sedangkan pada pengering tangan, udara yang digunakan justru dapat meniupkan kuman ke tubuh dan ini juga menjadi perhatian yang sama ketika menyiram toilet secara reguler yang dapat menyebarkan kuman di udara.

"Ini dapat meningkatkan jumlah kuman dengan menakjubkan sebanyak 255 persen," kata Keith Redway, Senior akademik di Mikrobiologi dan Biologi Molekuler di Westminster University. Bakteri kemudian ditiupkan ke tangan pengguna dan juga ke atmosfir.

Hal ini menyebabkan potensi penyebaran organisme seperti salmonella dan E. coli, seperti jika dilakukan orang yang sering mengeringkan tangan mereka namun belum membersihkannya dengan benar.

Selanjutnya, dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings, dr Huang, dari Queensland University of Technology di Australia, mengatakan, "Ada risiko untuk membuat bakteri tersebar di udara saat mereka mengeringkan tangan, ketika orang berdiri di mesin pengering tersebut".

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengering tangan seringkali terkontaminasi oleh bakteri di dalam penyaring. Sementara itu panas dari mesin tersebut ditengarai menjadi suhu sempurna untuk mendorong pertumbuhan bakteri.

Penelitian Keith Redway telah menunjukkan bahwa tisu sekali pakai mampu menghilangkan 58 persen kuman, sedangkan handuk kain menghilangkan 45 persen. "Pesannya adalah cuci tangan dengan sabun dan kemudian keringkan tangan secara menyeluruh dengan kertas tisu, bukan dengan pengering udara panas," jelas Keith.



(vta/vta)