Selasa, 17 Sep 2013 06:59 WIB

Ingin Bersihkan Rumah Agar Sehat? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Utama Ini

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Siapa tak ingin memiliki rumah yang bersih dan bebas kuman? Ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah datangnya kuman penyebab penyakit. Jika ingin melakukannya, pastikan Anda tidak melakukan kesalahan yang justru bisa membahayakan kesehatan.

Berikut 5 kesalahan utama yang harus dihindari saat membersihkan rumah, seperti dilansir Prevention, Selasa (17/9/2013):

1. Terlalu terburu-buru

Jika Anda menyemprotkan pembersih dan segera menyekanya dengan lap, maka ini akan memungkinkan kuman tak tersapu bersih. Seorang manajer pelatihan di Merry Maids, Debra Johnson, mengungkapkan bahwa pembersih mengelilingi partikel kuman dan mengangkat atau menghilangkan mereka. Oleh sebab itu, desinfektan perlu waktu sekitar 60 detik untuk kontak dengan benda untuk memaksimalkan kemampuan mereka membunuh bakteri dan organisme mikroskopis lainnya.

2. Mencampur berbagai macam pembersih

Donna Duberg, asisten profesor laboratorium klinis Saint Louis University, mengatakan bahwa ketika pemutih dan asam yang ditemukan di berbagai macam pembersih tercampur maka akan menciptakan gas klor, yaitu sebuah zat yang sangat beracun. Zat ini bahkan pernah digunakan sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia I.

Jika Anda mencampurnya di dalam ruang tertutup, Anda bisa pingsan atau mungkin berakibat lebih buruk. Saran paling penting: Jangan campurkan pembersih apapun. Sebaiknya gunakan satu produk pada satu waktu.

3. Menggunakan sarung tangan karet Berkali-kali

Surfaktan yang terdapat di banyak pembersih dapat memudahkan zat beracun masuk ke kulit Anda. Pelarut umum seperti ethylene glycol eter dapat merusak sel-sel darah merah, ginjal, hati dan berpotensi menyebabkan kanker. Menurut studi dari Jagiellonian University Medical College, Polandia, zat ini juga memberi efek merugikan pada sistem reproduksi.

Gunakan sarung tangan lateks sekali pakai atau sarung tangan karet yang dapat digunakan kembali. Agar lebih mudah membedakannya, gunakan warna yang berbeda untuk setiap tugas. Misalnya warna hijau untuk mencuci piring dan kuning untuk membersihkan kamar mandi untuk menghindari kontaminasi silang.

4. Tidak mencuci bantal dan selimut

Kita semua tahu mencuci seprai dapat membunuh debu tungau, yaitu makhluk mikroskopis yang memakan protein seperti rambut manusia dan sel-sel kulit. Namun sayangnya kita sering mengabaikan benda lain yang juga bisa menjadi tempat mereka berkembang seperti bantal dan selimut.

Berdasarkan studi dari Annals of Allergy, Asthma & Immunology, kondisi asma dan alergi tak hanya dapat disebabkan oleh debu tungau, bulu dan serbuk sari, tetapi juga bisa akibat kontak dengan pakaian dan selimut yang terkontaminasi karena jarang dicuci. Gary Rachelefsky, MD, seorang profesor alergi dan imunologi di UCLA, merekomendasikan untuk mencuci bantal dan selimut setidaknya sebulan sekali.

5. Memakai semprotan pembersih berlebihan

Berlebihan selalu identik dengan hal yang tak baik. Menurut Donna, banyak pembersih yang beracun sehingga menggunakannya secara berlebihan juga tidak sehat.

"Terlalu banyak semprotan aerosol berarti lebih sering kontak dengan membran mukosa melalui mata, hidung, dan mulut. Ini dapat mengiritasi lapisan saluran udara dan paru-paru, serta menyebabkan respon alergi," papar Donna.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory Critical Care Medicine pada tahun 2007, orang yang menggunakan semprotan pembersih setidaknya sekali seminggu 49 persen lebih mungkin terkena gejala asma daripada mereka yang tidak menggunakannya sama sekali.

(vit/vit)