Rabu, 08 Okt 2014 19:15 WIB

Harus Pas, Kekurangan atau Kelebihan Cairan Tubuh Bisa Rusak Fungsi Ginjal

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Segala sesuatu, termasuk kebutuhan cairan tubuh jika kurang atau berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh. Terutama ginjal, ketika cairan tubuh terlalu sedikit atau banyak, organ tersebut tetap bekerja lebih keras.

Diutarakan dr Sudung O Pardede SpA(K), jika tubuh kurang cairan, ginjal berfingsi sedemikian rupa agar tubuh tak terlalu terdampak. Caranya, dengan mengabsorbsi kembali air kemih sehingga produksinya berkurang.

"Dalam batas normal, masih bisa ditoleransi. Kalau dehidrasi lebih dari 10% dalam hitungan jam, bisa menimbulkan kerusakan ginjal," tegas dr Sudung dalam Media Workshop 'Hidrasi Sehat pada Anak' di DoubleTree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014).

Apalagi, kekurangan cairan juga berefek negatif pada tubuh misalnya saja kurang konsentrasi, tubuh lemas, dan suhu tubuh menjadi lebih tinggi. Pada anak, mereka cenderung lebih rewel dan tidak tenang. Sebaliknya, jika tubuh kelebihan cairan, dikatakan dr Sudung sepanjang ginjal masih mampu menanggulangi, maka ginjal akan mengurangi jumlah penyerapan supaya air kemih lebih banyak sehingga tidak berpotensi menimbulkan masalah.

Akibat yang berbahaya, jika ginjal rusak dan tidak lagi mampu berfungsi dengan optimal ditambah ada gangguan pada organ lain, kelebihan cairan akan masuk ke pembuluh darah. Dari pembuluh darah, kelebihan cairan tersebut akan didistribusikan ke organ tubuh lain.

"Kalau masuk ke otak bisa mengakibatkan kejang, kalau masuknya ke paru, nanti bisa sesak napas, begitu juga kalau ke jantung bisa terjadi gagal jantung," ucap dr Sudung.

Senada dengan dr Sudung, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc yang biasa disapa dr Tati menuturkan kelebihan cairan pada tubuh akan merangsang sel hormonal agar air dikeluarkan lebih banyak sehingga tidak berlebihan.

"Khusus ibu hamil dikhawatirkan jumlah air ketuban menjadi banyak sekali. Kalau pada orang dewasa jika terlalu banyak minum justru bahaya karena akan terjadi ketidakseimbangan mineral," tutur dr Tati.

(rdn/vit)