Jumat, 24 Okt 2014 18:33 WIB

Dikira Asam Urat, Pasien Artritis Reumatoid Kerap Telat Diobati

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Artritis Reumatoid (AR) adalah jenis penyakit rematik ganas yang dapat menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu. Seringkali penyakit ini salah didiagnosis dengan mengira keluhan nyeri sendi diakibatkan oleh asam urat.

Ketua Indonesian Rheumatology Associations (IRA), Prof DR dr Handono Kalim, SpPD-KR, mengatakan AR harus ditangani sedini mungkin untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

"AR itu penyakit autoimun. Jadi sistem imunitas tubuh kita menyerang sendi dan menyebabkan peradangan. Karena AR datang dari badan sendiri, artinya penyakit ini seumur hidup tapi tetap bisa dikontrol," kata Prof Handono pada acara Health Media Forum di Mall Pacific Place, Sudirman Central Bussines District, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2014).

Tanda-tanda AR yang dapat langsung diketahui adalah rasa nyeri di bagian persendian dan jari-jari tangan. Jika nyeri terus datang dan menetap selama lebih dari enam minggu maka hal itu adalah tanda-tanda yang patut dicurigai.

Prof Handono mengatakan meski kejadian AR hanya menjangkiti satu persen dari populasi dunia, sayangnya pasien di Indonesia masih memiliki kesadaran yang rendah.

"Kasusnya di Indonesia itu cenderung lebih berat. Mereka datangnya sudah lama. Ke dukun dulu ke mana dulu, jadi sudah setahun atau dua tahun. Sudah berat," ujar Prof Handono.

Jika AR dibiarkan semakin lama, penyakit dapat menyebabkan kecacatan. Tangan yang terpengaruh oleh AR dikatakan oleh Prof Handono akan semakin kaku hingga akhirnya setelah sekitar 2 tahun tidak bisa di gerakkan sama sekali.

"Kalau sudah begitu ya tidak bisa diapa-apain. Makanya harus diobati sedini mungkin agar tidak makin parah. Pengobatannya kita kasih obat immuno surpressan agar antibodinya tertekan," papar Prof Handono.

Hingga saat ini, AR sendiri belum diketahui penyebab pastinya. Prof Handono mengatakan AR timbul diduga karena faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok.

(vit/vit)