Salah Gunakan Jabatan, Dokter Asing Masuk dengan Izin Profesi Lain

ADVERTISEMENT

Salah Gunakan Jabatan, Dokter Asing Masuk dengan Izin Profesi Lain

- detikHealth
Sabtu, 25 Okt 2014 10:14 WIB
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Tiga dokter asing yang terjaring razia oleh tim gabungan pemerintah di Jakarta Selatan pada 10 Oktober 2014 diketahui memiliki izin tinggal terbatas (ITAS) atas jabatan selain dokter. Pihak Kantor Imigrasi mengatakan karena mereka mengaku tidak menjabat sebagai dokter, maka para WNA tersebut dapat masuk ke Indonesia tanpa ada sertifikasi kompetensi.

Kim Seok Hyun (Korea Selatan), Jeonghan Kim (Korea Selatan), dan Elton Chun Hong Long (Australia) tertangkap sedang melakukan praktik di kliniknya masing-masing di daerah Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat diperiksa ketiganya tidak mampu menunjukkan surat tanda registrasi (SRT), Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), dan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) sebagai syarat untuk berpraktik di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Selatan, Yudi Kurniadi, SH, MH, mengatakan saat diperiksa lebih jauh mereka masuk dengan profesi lain kecuali dokter. Salah satunya, Kim Seok Hyun terdaftar sebagai direktur PT Sinnongc. Namun saat ditemui di lapangan, Kim ternyata juga melakukan praktik sebagai dokter akupunktur di klinik Sinnongc.

"Kementerian Kesehatan kalau seperti ini pasti akan dilewati pada proses pemohonan visanya karena yang diajukan si pengguna ini bukan dokter. Dia mengajukan misalnya sebagai direktur pemasaran, sebagai presiden direktur, juga sebagai advisor. Jelas permohonan itu tidak akan sampai ke departemen teknisnya," kata Yudi saat melakukan jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, seperti ditulis pada Sabtu (25/10/2014).

Diduga hal tersebut dilakukan oleh para pengguna jasa dokter agar dapat dengan mudah memperoleh tenaga asing tanpa melalui proses panjang. Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi dikatakan Yudi tidak akan melihat lebih jauh jika permohonan diberikan atas profesi umum tanpa keahlian khusus.

Yudi mengatakan pelanggaran ini merupakan kesalahan dari pengguna atau klinik yang memakai jasa.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Dien Emawati, M.Kes, mengatakan kepada klinik yang terbukti melanggar tersebut akan dicabut izin operasinya. Hal ini dilakukan sebagai langkah serius untuk mentertibkan para dokter asing liar yang berpraktik di Indonesia. Pasalnya, Kementerian Kesehatan mengaku hingga saat ini memang belum pernah menerima permohonan dokter asing untuk berpraktik sehingga hampir dapat dipastikan adalah dokter ilegal.

"12 Hari kerja klinik itu setelah ditegur, kalau dia masih buka dia akan berurusan dengan kepolisian. Kita siap untuk melaporkan klinik tadi ke kepolisian Jakarta Selatan," tutup Dien saat ditemui pada acara yang sama.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT