Senin, 09 Nov 2015 08:35 WIB

Polusi Suara: Bisa Tidur Sih, Tapi Tahu Nggak Dampak Kesehatannya?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Hidup di peradaban modern mengharuskan manusia untuk beradaptasi dengan kebisingan. Tidur malam dengan diinterupsi dering telepon, dengung kipas angin, sudah menjadi bagian dari kehidupan yang sulit dihindari.

Pernahkah terpikir, bahwa polusi suara juga berdampak pada kesehatan? Sebuah penelitian di jurnal Noise and Health menyebut paparan suara bising saat tidur di malam hari berhubungan dengan sistem kardiovaskular, yang artinya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Bising dari lingkungan seperti lalu lintas jalan raya, deru kereta dan pesawat terbang, adalah masalah signifikan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Organisasi ini memperkirakan warga Eropa Barat kehilangan hidup sehat setara 1 juta tahun akibat kebisingan.

Suara dengan intensitas 30 desibel (dB) sudah cukup untuk memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Sebagai perbandingan, lalu lintas jalan raya pada jam sibuk mempunyai intensitas sekitar 70 dB, sedangkan suara pesawat lepas landas mencapai 100 dB.

Baca juga: Rumah Anda di Pinggir Jalan? Hati-hati Tekanan Darah Tinggi Mengintai

Guideline yang dikeluarkan WHO menyebut suara di rentang 30-40 dB bisa memicu gangguan tidur. Sedangkan di rentang 40-55 db, suara bising dalam jangka panjang akan memberikan dampak kesehatan. Di atas 55 dB dinyatakan berbahaya, beberapa bukti ilmiah mengaitkannya dengan risiko penyakit jantung.

Saat tidur, suara bising bisa membangunkan seseorang jika terdengar pada fase-2. Pada fase ini, seseorang jatuh tertidur belum terlalu dalam dan belum mengalami fase REM (Rapid Eye Movement).

Untungnya, efek suara bising sifatnya sangat individual. Beberapa orang sangat sensitif, namun beberapa yang lain bisa sangat kebal. Sebuah studi juga menemukan bahwa otak punya mekanisme untuk beradaptasi dengan suasana bising.

Baca juga: Mengenal White Noise, 'Bising' yang Justru Bikin Tidur Lebih Tenang (up/up)