Senin, 14 Des 2015 08:36 WIB

Nyeri Berhari-hari Sehabis Olahraga, Sehat atau Tidak?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Bagi yang senang olahraga, ada jenis nyeri tertentu yang memang dinikmati. Biasanya, itu menandakan bahwa olahraganya maksimal dan terasa ada efeknya.

Namun tidak semua nyeri yang muncul saat olahraga adalah nyeri yang 'sehat' seperti itu. Pada titik tertentu, nyeri tetaplah nyeri. Sebuah mekanisme biologis yang mengisyaratkan tubuh untuk beristirahat memulihkan diri. Bagaimana mengenalinya?

Pertama, pahami dulu kenapa nyeri muncul saat dan sehabis olahraga. Scott Sailor dari National Athletic Trainer's Association mengatakan nyeri otot yang terasa saat olahraga merupakan akibat dari peningkatan kadar asal laktat.

"Asam laktat menghilang dari otot sangat cepat," kata Scott, dikutip dari Huffingtonpost, Senin (14/12/2015).

Baca juga: Yang Perlu Anda Tahu Soal Nyeri Punggung Bawah Saat Olahraga

Normalnya, kadar asam laktat kembali normal dalam waktu sekitar 1 jam setelah olahraga berat. Namun pada beberapa kondisi, senyawa tersebut bertahan hingga 12-24 jam kemudian. Para ahli menyebutnya sebagai DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness.

American College of Sports Medicine menyebut DOMS umumnya masih bisa dikatakan normal hingga 72 jam setelah olahraga berat. Namun jika disertai kekakuan ekstrem, dan mobilitas menjadi sangat terhambat, maka sangat dianjurkan untuk mengistirahatkan otot.

Jika dipaksakan untuk tetap berolahraga, dipastikan performanya tidak akan maksimal dan hanya akan memperburuk nyeri yang dirasakan. Obat-obatan bisa sedikit meredakan nyeri, tetapi tidak akan banyak membantu memulihkan otot di tingkat sel.

Istirahat selama 3-5 hari untuk recovery biasanya cukup bagi otot untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Atau mungkin saja lebih cepat, tergantung seberapa parah level nyeri yang dirasakan.

Baca juga: Badan Baru Terasa Sakit Dua Hari Setelah Fitness? Ini Penjelasan Pakar (up/lll)
News Feed