Ini Penjelasan Pakar Terkait Keluhan Lebih Cepat Lapar Jika Sarapan

ADVERTISEMENT

Ini Penjelasan Pakar Terkait Keluhan Lebih Cepat Lapar Jika Sarapan

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 21 Mar 2016 08:06 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Beberapa orang pilih tidak sarapan dengan alasan lapar malah datang lebih cepat. Benarkah sarapan justru memicu lapar lebih cepat?

Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia,  Prof Dr Ir Hardinsyah,  MS,  lapar lebih cepat beberapa saat setelah sarapan bisa terjadi karena beberapa hal. Pertama, bisa karena jumlah sarapan terlalu sedikit. Misalnya saja hanya menggigit secuil roti.

Apalagi sebenarnya dengan melewatkan sarapan juga tidak akan membuat Anda awet kenyang. Sebab mengosongkan perut di pagi hari akan membuat seseorang menjadi sangat lapar sebelum makan siang, biasanya di pukul 11.00.

Alasan kedua, karena asupan saat sarapan kurang serat. Seperti diketahui serat dicerna lebih lambat sehingga membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Asupan yang kaya serat antara lain buah, sayur dan biji-bijian.

"Orang yang sarapannya sedikit bisa jadi karena makan malamnya terlalu besar sebelum tidur. Ini biasanya menimbulkan efek kenyang di pagi hari," jelas Prof Hardin dalam kampanye 'Sarapan Sehat Sebelum Jam 9' yang digelar Energen di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (21/3/2016).

Baca juga: Cuma Minum Teh di Pagi Hari Sebelum Kerja, Itu Bukan Sarapan Sehat

Prof Hardin sendiri tidak menyarankan seseorang makan pada saat menjelang tidur. Sebaiknya makan malam dilakukan beberapa jam sebelum jam tidur.

Beberapa pakar juga tidak menganjurkan kegiatan makan sebelum tidur. Selain bisa mengganggu jam sirkadian tubuh, dalam kondisi lelah dan stres berlebih, makan tepat sebelum waktu tidur bisa membuat kerja sistem cerna lebih berat. Akibatnya, di lambung akan diproduksi lebih banyak gas sehingga perut terasa mulas dan kembung.

Baca juga: Ingin Fokus Saat di Kantor? Jangan Lupa Sarapan (vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT