Rabu, 22 Jun 2016 11:31 WIB

Hii! Polutan dalam Rumah Tingkatkan Risiko Penyakit-penyakit Ini

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Singapura - Polutan atau zat polusi tak hanya ada di jalanan atau di luar rumah. Pakar mengatakan polutan juga ada di dalam rumah, bahkan risiko bahayanya lebih besar.

dr Ong Kian Chung, pakar kesehatan pernapasan dari Mount Elizabeth Hospital, polusi di dalam rumah bisa disebabkan karena banyak hal. Yang paling umum adalah asap rokok jika merokok dalam rumah, asap obat nyamuk, asap hasil memasak hingga bahan-bahan aerosol lain mulai dari deodoran spray hingga pengharum ruangan.

Polutan dan bahan kimia ini menurut dr Ong terjebak di dalam rumah, dan pada akhirnya akan terhirup oleh tubuh. Ukurannya pun sangat kecil, ada yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer hingga lebih kecil dari 10 mikrometer. Untuk diketahui, partikel padat (particulate matter) PM10 dan PM2,5 dapat mengendap pada saluran pernapasan. Itu makanya partikel-partikel itu diyakini sebagai pemicu timbulnya infeksi saluran pernapasan.

dr Ong dalam peluncuran Dyson Pure Cool Link, di Aliwal Art Centre, Singapura, menyebut sebuah studi di Amerika Serikat mengungkapkan kenaikan konsentrasi PM2,5 bisa meningkatkan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular dan kanker paru-paru.

Baca juga: Paparan Udara Kotor Berimbas pada Kesehatan Mental Anak

Ditegaskan dr Ong, risiko tersebut hanya berlaku bagi PM2,5 yang berupa debu atau jamur yang ada di luar rumah. Di dalam rumah, ukuran polutan lebih kecil lagi, bisa mencapai 0,1 mikrometer.

"PM0,1 bisa berasal dari tungau debu rumah hingga alergen yang berasal dari hewan peliharaan seperti bulu dan lainnya. Dengan ukuran sekecil ini, bisa saja polutan masuk ke tubuh dan pembuluh darah," tutur dr Ong lagi.

Selain kanker paru dan penyakit kardiovaskular, polutan dengan PM sangat kecil juga berisiko menyebabkan penyakit bronchitis kronis dan memperburuk kondisi alergi. Terutama pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum sempurna.

"Karena itu menjaga kebersihan dan sirkulasi udara sangat penting bagi kesehatan," tutupnya.

Baca juga: Hati-Hati, Bahaya Polutan Juga Ada di Dalam Rumah

(mrs/vit)