Selasa, 10 Mei 2016 11:29 WIB

Anak Sedang Sibuk Ujian, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua

Martha Heriniazwi Dianthi, Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Setelah sekolah menengah atas (SMA) yang mengikuti ujian nasional, giliran siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang melakukannya. Tak lama lagi ujian nasional pun digelar untuk siswa sekolah dasar (SD). Selain itu, siswa SMA juga disibukkan tes masuk perguruan tinggi. Nah, ketika anak sibuk ujian, terkadang orang tuanya malah stres sendiri.

Beberapa orang tua cenderung menekan anak agar mampu menyelesaikan ujian dengan baik. "Kadang-kadang anak yang mau ujian, orang tua juga ikutan stres. Jadi melampiaskan pada anak seperti marah-marah, ngomel-ngomel atau salah sedikit marah-marah," kata psikolog anak dan remaja, Anna Surti Ariani, M.Psi saat berbincang dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Orang tua disarankan untuk memberikan kesempatan anak untuk belajar sendiri. Namun begitu, orang tua perlu tetap memberikan pengawasan dan perhatian khusus pada anaknya.

Baca juga: Agar Anak Pede Menghadapi Ujian, Orang Tua Jangan Ikut-ikutan Tegang


"Perhatian pada setiap anak itu berbeda-beda. Bisa dengan membiarkan anak mengonsumsi berbagai makanan seperti snack, susu, atau anak suka video call, orang tua bisa memfasilitasi," lanjut wanita yang akrab disapa Nina ini.

Tidak hanya perhatian, cobalah untuk mengungkapkan kata-kata positif pada anak seperti 'istirahat dahulu supaya besok fresh dan jangan lupa berdoa agar ujiannya lancar'. Dengan cara itu, orang tua memberikan kesempatan bagi anak untuk mengontrol diri dan menjadi lebih percaya diri. Hal ini dapat membuat anak merasa lebih nyaman saat menghadapi ujian.

Nina juga menyarankan orang tua untuk tidak menuntut anak harus bisa mengerjakan ujian. Hal ini justru akan membuat anak cemas dan tidak berkonsentrasi. Setelah ujian selesai, barulah bisa dilakukan evaluasi.

Baca juga: Mengintip Rahasia Sukses Anak-anak yang Sabet Nilai Terbaik Saat UN

Setelah ujian, tanyakan pada anak apa kendala apa yang dihadapi. Jika banyak kendala, beri arahan pada anak untuk bisa belajar lebih giat lagi dan mana materi yang masih perlu dipelajari. Tapi sekali lagi, jangan lupa untuk tetap memberikan afirmasi positif padanya.

"Sebelum ujian kita juga bisa membuat simulasi di mana kita kasih soal ke anak dan dia suruh mengerjakan dengan batasan waktu, jadi anak sudah latihan gimana menghadapi ujian, bukan sekadar tanya jawab lisan saja," tutup Nina.

(vit/vit)