Rabu, 12 Feb 2014 17:05 WIB

Di 9 Provinsi Ini Angka Kematian Ibu Masih Tinggi

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Di Indonesia, 65 persen Angka Kematian Ibu dan 58 persen Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB) disumbang oleh 64 kabupaten di sembilan provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakara, Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Untuk menekan AKI dan AKB, perlu dilakukan pelayanan KB yang berkontribusi besar pada kesehatan reproduksi. Hal tersebut diutarakan dr Anung Sugihartono M.Kes dari Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan.

"Di sembilan provinsi itu kalau 50 persen saja AKI dan AKB bisa ditekan maka AKI dan AKB di Indonesia bisa turun jauh," kata Anung di tengah-tengah Rapat Kerja Nasional Program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Meski demikian, sementara ini diakui Anung pendekatan untuk intervensi di 64 kabupaten tersebut belum dari hulu ke hilir. Misalnya, menyediakan alat tanpa tenaga atau meyediakan sistem tanpa adanya SDM. Oleh karena itu, ada gabungan dari unit-unit satuan kerja dari kemenkes yang kemudian akan bekerja sama dengan BKKBN dan kementerian lembaga lainnya.

Intervensi yang dilakukan bersifat lebih utuh karena tersedia alat, obat, dan sistem. Sementara itu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDG's), sampai tahun 2015 anggaran yang ada memang difokuskan ke sembilan provinsi tersebut.

"Ada 64 kabupaten yang angka kematian ibunya tinggi. Di sana, dicari kecamatan mana yang paling tinggi tingkat AKI-nya. Sehingga dana yang nggak mencukupi kita fokuskan untuk menurunkan AKI di daerah yang bermasalah," papar Nafsiah.

Walaupun fokus pada 9 provinsi tersebut, Nafsiah memastikan daerah lain tetap mendapat perhatian tetapi dengan intensitas berbeda. Di samping itu, Nafsiah mengharapkan adanya kepedulian dari pemerintah daerah.

"Karena ada Pemda yang peduli dan memberi anggaran tambahan untuk menurunkan AKI di daerahnya," tandas Nafsiah.

(rdn/up)