Jumat, 20 Jun 2014 07:31 WIB

Bersalin dengan Teknik Water Birth, Waspadai Risiko Infeksi pada Bayi

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
London - Meski lumrahnya ibu bersalin di rumah sakit, tapi kini ada beberapa teknik melahirkan yang bisa dicoba para ibu hamil, salah satunya water birth atau melahirkan di dalam air. Namun, di Inggris baru-baru ini dilaporkan kasus bayi yang lahir melalui proses water birth terinfeksi bakteri legionella.

Meskipun tidak disebutkan dengan rinci siapa bayi yang terinfeksi bakteri tersebut, atas kejadian ini, NHS di Inggris menyarankan wanita untuk tidak menggunakan teknik water birth terutama dengan kolam persalinan di rumah yang bisa menyebabkan infeksi pada bayi baru lahir hingga harus dirawat di ICU.

"Ini situasi yang tidak biasa dan harus ditangani serius. Otoritas lokal sedang menyelidiki tindakan pengendalian infeksi yang bisa terjadi saat proses water birth. Pemerintah juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan yang menyediakan kolam persalinan di rumah," tutur kepala Public Health di Inggris Prof Nick Phin.

Pihak otoritas tengah mengambil sampel air dari kolam persalinan yang dipanaskan dan sudah dikonfirmasi mengandung bakteri legionella penyebab penyakit legionnaires. Juga akan dilakukan kesamaan jenis bakteri yang menginfeksi si bayi.

Sementara itu, Louise Silverton, direktur kebidanan di Royal College of Midwives mengatakan berbeda halnya jika ibu ingin melahirkan dengan teknik water birth di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memang sudah terdaftar. Dengan begitu, risiko infeksi bisa ditekan.

"Jangan sekali-sekali merencanakan melahirkan di rumah menggunakan kolam bersalin yang disediakan pihak yang tidak teregistrasi. Di NHS, kolam yang digunakan hanya sekali pakai sehingga bisa mengurangi pertumbuhan bakteri," tekan Silverton seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/6/2014).

Jika ibu hamil khawatir atau ragu akan menggunakan teknik water birthing untuk melahirkan, Silverton mengingatkan jangan sungkan untuk bertanya dengan bidan atau dokter. Bakteri legionella sendiri adalah penyebab radang paru-paru basah yang parah.

Tiap tahun, ada 350-400 kasus paru-paru basah yang dilaporkan terjadi di Inggris dan Wales terutama pada orang dewasa yang sudah lanjut usia. Kasus pada anak sangat jarang terjadi. Infeksi ini pun tidak menyebar dan seseorang bisa terinfeksi bakter legionella jika menghirup tetesan air yang terkontaminasi.

(rdn/up)