Senin, 08 Sep 2014 13:02 WIB

Tak Ingin Depresi Usai Melahirkan, Jennifer Makan Ari-ari Bayinya

- detikHealth
Jennifer Bulcock (Foto: proteinlifestyle)
Sheffield - Meski merasakan sakit usai bersalin, beberapa ibu bisa saja memiliki keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Namun, bagi Jennifer Bulcock (31), bukan puding atau sandwich yang dimakannya usai bersalin, tetapi ari-ari sang bayi!

Dikatakan Jennifer, selama ini ia rutin mengalami premenstruasi syndrom yang parah. Khawatir akan mengalami postnatal depression (PND) usai melahirkan, Jennifer pun nekat mencoba resep untuk mengonsumsi ari-ari bayinya sesaat setelah lahir.

"Beberapa bukti anekdot menyebutkan bahwa makan ari-ari mentah bisa mengurangi kemungkinan postnatal depression. Akhirnya setelah melahirkan dan menyusui bayiku, Alfie yang sekarang berusia 7 tahun, suamiku menyajikan ari-ari tersebut," kisah Jennifer, demikian dikutip dari Mirror, Senin (8/9/2014).

Meski terlihat risih, suami Jennifer, Toby tetap menyajikan ari-ari mentah itu usai sang istri bersalin dalam potongan kecil di piring. Bagaimana rasa makan ari-ari mentah? "Kenyal dan penuh cita rasa darah, seperti makan hati," ujar Jennifer.

Wanita yang aktif dalam program fitness, body building, dan pengaturan pola makan protein lifestyle ini mengaku postnatal depression memang tidak ia alami. Bahkan, saat melahirkan putra kedua dan ketiganya, Ben (5) dan Jessica (3) Jennifer tetap menjalani 'ritual' ini.

"Aku tidak tahu bagaimana ritual makan ari-ari ini bisa bekerja, atau ini hanya semacam sugesti saja bahwa dengan memakan ari-ari bisa mendekatkan aku dan anak-anakku. Tetapi, tiga kali melahirkan anakku, aku tidak mengalami postnatal depression," terang Jennifer.

Saat mengonsumsi ari-ari, Jennifer selalu membarenginya dengan minum jus jeruk. Dengan tujuan agar rasa amis dan sensasi rasa darah dari ari-ari tidak terlalu terasa di mulutnya. Tak jarang, apa yang dilakukan Jennifer ini membuat keluarga atau teman-temannya bergidik dan menganggap ibu tiga anak itu nekat.

Menurut Scientia Professor of Psychiatry di University of NSW, Gordon Parker, saat mengalami baby blues, ibu bisa merasa bersalah, cemas, dan bad mood. Tapi jika mengalami PND, ibu bisa merasa ketakutan bahwa depresi yang ia alami sebelum atau saat mengandung bisa menyebabkan renggangnya hubungan dia dengan buah hatinya.

"Ketika ibu depresi selama beberapa minggu atau beberapa bulan pertama setelah melahirkan kemungkinan disembuhkannya masih besar. Hanya agak sulit ketika sebelum-sebelumnya dia pernah depresi sehingga saat mengalami depresi pasca melahirkan, ketakutannya bertambah bahwa ia akan dijauhkan dari anaknya," jelas Parker.

(rdn/vit)