Selasa, 23 Des 2014 07:36 WIB

Lindungi Wanita, WHO Serukan 'Lawan' Tradisi Sunat dan Nikah Muda

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
London - Kepala Kesehatan Publik World Health Organization (WHO), Maria Neira, mengatakan bahwa saat ini beberapa tradisi yang masih ada di negara-negara berkembang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada wanita. Ia menyerukan agar tradisi tersebut untuk segera dihentikan.

Pernikahan dini dan sunat pada wanita atau female genital mutilation (FGM) masih banyak dilakukan beberapa komunitas di dunia. Hal ini dikatakan WHO turut berkontribusi atas tingginya angka kematian ibu di beberapa negara miskin yang di mana bahkan anak perempuan 13 tahun pun dapat menikah.

"Sebuah tradisi yang memaksa seorang anak perempuan untuk menikah di usia 13 tahun adalah tradisi yang buruk," ujar Neira seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (23/12/2014).

Maria menyarankan agar negara-negara terkait dapat mengubah budaya di masyarakat tersebut dengan menguatkan legislasi. Dengan melarang budaya seperti itu diharapkan kesehatan dan kesejahteraan wanita dapat terjamin.

Pernikahan dini membuat perempuan remaja hamil sebelum tubuhnya betul-betul siap dan seringkali persalinan dilakukan di tempat tanpa prasarana dasar memadai seperti air bersih.

Laporan dari United Nations Children's Fund (UNICEF) menunjukkan bahwa sekurangnya ada 16 juta perempuan remaja yang melahirkan di dunia dan 700 ribu di antaranya meninggal setiap tahun. Oleh karena itu, Neira mengatakan edukasi penting bagi perempuan untuk menyadari hal-hal apa yang baik untuknya dan yang tidak.

"Begitu wanita mendapatkan pendidikan minimal, suara mereka akan lebih kuat. Kita perlu memberikan perhatian kepada wanita karena saat ini mereka belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri. Kita perlu mendukung mereka," tutup Neira.


(ajg/vit)