Sabtu, 27 Des 2014 08:08 WIB

Sering Melihat Ibu Depresi, Anak Kelak Suka Merokok dan Minum-minum

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Getty Images) Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Ontario - Pola makan ibu ketika mengandung buah hati memang berpengaruh langsung terhadap kesehatan si anak ketika lahir. Namun ternyata bukan hanya soal pola makan, depresi yang dialami si ibu saat masih kecil juga bisa berdampak pada si anak di kemudian hari lho.

Selama ini peneliti hanya tahu bilamana seorang ibu mengalami depresi atau stres ketika mengandung maka anaknya juga lebih rentan terserang stres di usia remaja. Akan tetapi peneliti terkejut ketika mendapati bahwa efek depresi ini jauh lebih besar dari dugaan semula.

Peneliti dari University of Ottawa, Kanada mendapatkan kesimpulan ini setelah melakukan pengamatan terhadap 3.000-an pasang anak dan ibu dalam kurun 1994-2009. Dimulai ketika si partisipan anak berumur 2-5 tahun hingga mereka beranjak remaja.

Tiap dua tahun sekali, si ibu menjalani pemeriksaan fisik dan mental, begitu juga dengan suami dan anak-anak mereka. Barulah ketika si partisipan anak menginjak usia 10-11 tahun, mereka diminta mengisi kuesioner sendiri.

Isi kuesioner tidak jauh berbeda dengan kuesioner sebelumnya. Namun pada saat usia anak-anak ini beranjak remaja, mereka ditanyai apakah pernah mencoba melakukan tindakan berisiko seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol, memegang senjata, atau kabur dari rumah.

Dari 2.910 remaja yang mengikuti studi ini dari awal sampai akhir ketahuan bahwa remaja yang sedari lahir hingga memasuki usia balita sudah terpapar gejala depresi ibunya cenderung mengonsumsi alkohol atau merokok. Tak terkecuali berbuat nakal dan/atau melakukan tindakan kekerasan.

"Bahkan mereka memperlihatkan perilaku seperti ini di usia yang jauh lebih muda daripada teman-teman mereka yang ibunya tidak depresi," ungkap peneliti, Ian Colman seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/12/2014).

Sebaliknya, lanjut Colman, anak yang terpapar gejala depresi ibunya saat usia mereka sudah memasuki remaja justru tidak menunjukkan kenakalan tertentu.

"Kami tak heran karena masa kanak-kanak adalah masa di mana kemampuan kognitif, kematangan emosional dan kemampuan bersosialisasi mereka mulai berkembang. Bila mereka harus terpapar gejala depresi dari ibu sejak lahir hingga memasuki usia krusial ini, dan diasuh dengan gaya yang negatif, maka proses perkembangan mereka pun jelas akan terganggu," terang Colman.

Namun yang lebih ditakutkan oleh Colman bukan semata soal paparannya. Pada usia semuda itu, apapun pengaruh yang didapatkan anak dikhawatirkan akan berdampak lebih lama, bahkan bisa jadi membentuk perilaku serupa pada generasi berikutnya.

"Itulah mengapa kita harus fokus untuk memperhatikan kesehatan fisik dan mental ibu, karena apa yang terbaik buat ibu, biasanya juga berpengaruh sama dengan anak-anaknya, begitu juga sebaliknya," tutup Colman.

(lil/ajg)
News Feed