Senin, 05 Jan 2015 13:32 WIB

Dokter Salah Diagnosis, Calvin Berisiko Buta Akibat Steven Johnson Syndrome

- detikHealth
Calvin Lock Calvin Lock
Cambs, Inggris - Sakit tenggorokan yang dialami Calvin Lock (13) dikatakan dokter akibat infeksi virus. Sayangnya, bermula dari kesalahan diagnosis tersebut, kini Calvin kemungkinan akan buta akibat Stevens Johnson Syndrome (SJS) yang dialaminya.

Ibu Calvin, Robyn Moult (40) menuturkan pada 19 September 2012, Calvin mengeluh sakit tenggorokan. Karena dikatakan dokter hal itu akibat infeksi virus, Robyn lantas memberi Calvin ibuprofen cair. Namun, enam hari kemudian, muncul ruam merah di kulit Calvin.

"Kulitnya juga melepuh, rambut dan kuku Calvin patah. Dokter pun mengatakan bahwa anak saya kena cacar air. Tapi, kondisinya memburuk, ia mengalami nekrolisis epidermal toksik dan dirawat hampir 3 minggu di Addenbrooke Hospital," tutur Robyn, dikutip dari berbagai sumber, Senin (5/1/2015).

Usai pulang ke rumah, kondis Calvin memburuk dan sata itulah dokter baru menegakkan diagnosis bahwa bocah tersebut mengalami SJS. Akibat kondisi ini, Calvin harus kehilangan hampir 65% kulitnya yang mengelupas. Ia pun mengalami gangguan parah pada matanya yang bisa menyebabkan Calvin buta selama 2 tahun ke depan.

Kebutaan yang kemungkinan besar dialami Calvin terjadi karena adanya parut berlebih yang menimbulkan erosi pada korneanya. Jaringan parut pada membran mukosanya juga membuat kelopak matanya ke dalam dan bulu matanya pun tumbuh ke dalam.

Sampai saat ini, setiap jam Calvin harus menggunakan tetes mata karena jika tidak, matanya akan terasa panas dan sakit. Caliv juga mengalami adhesi vitreous yang menyebabkan gel pengisi bagian dalam mata menyusut, mencair dan menempel di retina hingga menyebabkan kebutaan.

"Bahkan, kini Calvin mengalami kelelahan kronis, gangguan mulut dan tenggorokan, depresi, dan post traumatic stress disorder (PTSD). Calvin harus menjalani operasi untuk memperbaiki penglihatannya dan perlu elektrolisis untuk membersihkan bulu matanya serta operasi lebih lanjut agar kelopak matanya tidak terbalik ke dalam," tutur Robyn.

Ia dan sang suami, Deryn pun berencana membelikan Calvin perangkat audio untuk menunjang proses belajar Calvin agar ia tidak ketinggalan pengetahuan dengan anak lainnya. Menurut Robyn, jika saja dokter di RS tak salah diagnosis sampai dua kali, pastinya kondisi Calvin tak akan separah ini. Maka dari itu, Robyn dan Deryn berencana mengajukan tuntutan pada NHS akibat kesalahan diagnosis yang dilakukan Addenbrooke Hospital. Sampai saat ini, pihak RS belum mau berkomentar.

(rdn/vit)
News Feed