Selasa, 06 Jan 2015 18:31 WIB

Fenomena Bayi Tersunat Saat Lahir

Ini Alasan Operasi Hipospadia Disarankan Saat Anak Berusia 1,5 Tahun

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bayi baru lahir yang mengalami hipospadia berat memang membutuhkan operasi agar kondisi penis mereka bisa kembali normal. Dianjurkan, si kecil menjalani operasi ketika berusia 18 bulan sampai sebelum usia sekolah.

Dikatakan pakar urologi anak dr Arry Rodjani SpU, jika operasi dilakukan saat anak berusia di bawah 18 bulan, dipertimbangkan jika si anak terlalu muda. Meskipun, tak ditampik dr Arry pada usia 1 tahun anak pun bisa saja menjalani operasi.

"Kita juga mempertimbangkan ukuran penis anak serta kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Apalagi untuk operasi ini kan butuh ketelitian ekstra. Baiknya, operasi dilakukan sebelum anak menginjak usia sekolah," kata dr Arry saat dihubungi detikHealth, Selasa (6/1/2015).

Hal ini mengingat besarnya dampak psikologis yang kemungkinan besar dialami si anak terkait kondisinya yang berbeda. Sebab, bisa saja anak menjadi minder karena merasa alat vitalnya berbeda dengan temannya.

Dokter yang praktik di RS ASRI Duren Tiga ini menambahkan biasanya operasi pada anak dengan hipospadia memakan waktu sekitar 2,5 jam dan tidak cukup hanya sekali tahap. Diutarakan dr Arry, pada dasarnya operasi penanganan hipospadia memiliki tujuan fungsional dan kosmetik.

"Tujuan fungsionalnya supaya penis bisa lurus kembali, saat besar nanti bisa berhubungan seks, dan saat kencing berdiri urinenya bisa mengarah ke depan. Sedangkan untuk tujuan kosmetik supaya tampilan penisnya seperti penis yang sudah disunat," tutur dr Arry.

Sementara itu, dr Ayodia Soebadi SpU mengatakan disarankan anak menjalani operasi setidaknya saat berusia 18 bulan karena saat anak masih kecil, maka selang kateter yang perlu digunakan untuk pembuatan saluran kemih makin kecil. Sehingga, kemungkinan buntunya makin besar.

"Sebagian ahli bedah memasang selang kencing langsung di perut (sistostomi) selama fase awal pasca bedah agar luka pasca operasi tidak dialiri kencing. Sebagian lain tidak. Nah, dengan pertimbangan ini maka pada anak yang lebih besar, mungkin pemasangan selang kencing di perut ini dapat dihindari," tutur dr Yodi.

(rdn/vit)