Jumat, 07 Agu 2015 17:05 WIB

Pekan ASI Sedunia

Menyusui Bayi dengan Tali Lidah Pendek, Ria Sempat Dibantu Donor ASI

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: dokumentasi pribadi Foto: dokumentasi pribadi
Jakarta - Ketika Ria memiliki anak pertama, kondisi lahir prematur dan stres membuatnya gagal menyusui. Ia pun tak ingin hal sama terulang pada anak keduanya.

Selang dua tahun sejak kelahiran si sulung, wanita karier bernama lengkap Ria Suwarini Puspitasari ini kembali dikaruniai seorang anak. Bayi perempuan seberat 3,2 kilogram dengan nama Naura Athaya Zahira lahir ke tengah keluarga.

"Alhamdulillah tiga hari setelah melahirkan ASI (air susu ibu) saya keluar. Semenjak hamil saya sudah mencari informasi mengenai ASI dan bertekad untuk menyusui selama 2 tahun," kata Ria kepada detikHealth pada Jumat (7/8/2015).

Pada minggu pertama Ria menyusui, ASI-nya tak keluar deras dan beberapa hari setelahnya payudara Ria mulai lecet. Athaya setiap menyusu menghabiskan waktu lama namun dalam sebulan beratnya hanya naik 2 ons.

Aneka tips untuk memperlancar ASI sudah diikuti oleh Ria tapi tak ada perubahan signifikan yang terjadi. Malahan bulan berikutnya berat Athaya turun 1 ons yang menandakan pertumbuhannya terganggu.

Baca juga: Lawan Stres, Ibu-ibu Ini Pantang Menyerah Berikan ASI

"Dalam kebingungan saya terus mencari informasi melalui internet kemudian saya membaca sebuah artikel mengenai tongue tie & lip tie (tali lidah pendek). Saya pun berpikir, apakah anak saya terkena tongue tie dan lip tie juga," ujar Ria.

Tali lidah pendek adalah kondisi di mana lidah bayi terhambat oleh jaringan ikat lidah yang pendek. Jaringan ikat ini menghubungkan dasar lidah dengan ujung lidah bagian bawah sehingga bila terlalu pendek akibatnya gerakan lidah jadi terbatas.

Ria setelah mengetahui hal tersebut langsung mendatangi klinik laktasi dan operasi pembedahan dilakukan untuk membebaskan lidah Athaya. Dokter menjelaskan jadi selama ini proses menyusui tidak maksimal dan pertumbuhan Athaya terhambat bahkan dinyatakan gagal tumbuh.

"Saat itu, untuk mengejar produksi ASI dan berat badan baby, saya menjalani relaksasi dibantu suplementasi dengan bantuan donor ASI dari tiga ibu. Alhamdulillah di minggu pertama berat badannya naik 400 gram, kemudian terus naik secara perlahan-lahan di setiap minggunya," kenang Ria.

Kini usia Athaya sudah 7 bulan. Beratnya sudah membaik dan ia juga mulai mengenal makanan padat lewat makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Bagi Ria satu tantangan untuk menyusui ini telah ia lewati, namun bukan berarti perjuangannya selesai.

"Tantangan ibu pekerjapun saya rasakan di mana saya bekerja tidak selalu berada di kantor. Terkadang saat saya bekerja di luar kantor saya tak segan untuk meminta izin meminjam tempat untuk memompa ASI. Kalau beruntung saya dipinjamkan ruangan khusus tetapi tak jarang pula saya sering memompa dimushola, toilet, atau dapur,"

"Alhamdulillah dengan tantangan seperti ini tak menyurutkan niat saya untuk memberikan ASI secara ekslusif kepada Athaya," pungkas Ria.

Baca juga: Bayinya Sempat Diberi Susu Formula, Ini Cerita Amelia Kembali ke ASI (fds/vit)