Kamis, 03 Des 2015 13:05 WIB

Obat Rasa Buah Diharapkan Mampu Tekan Angka Kematian Anak Akibat TB

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Meningkatnya angka kematian anak akibat tuberkulosis (TB) masih jadi perhatian khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu penyebabnya adalah rendahnya angka pengobatan akibat anak sulit menelan obat TB yang terasa pahit.

CEO TB Alliance, Mel Spigelman mengatakan rasa obat yang pahit membuat pengobatan TB pada anak tidak berjalan lancar. Pengobatan yang tidak selesai membuat risiko kematian anak meningkat. Selain itu kemungkinan anak terserang kuman TB kebal obat juga bertambah.

Solusinya menurut Spigelman adalah membuat obat TB yang tidak terasa pahit. Rencananya obat TB dengan rasa buah strawberry dan raspbery ini akan dipasarkan tahun depan.

Baca juga: Studi Sebut Dua Cara Ini Efektif Kurangi Risiko Penularan TB Pada Anak

"Anak-anak suka dengan minuman rasa buah. Dengan memberikan obat rasa buah akan memudahkan anak meminum obat, sekaligus orang tua yang dapat mengawasi dan memastikan obat diminum secara teratur," ungkap Spigelman, dikutip dari Reuters, Kamis (3/12/2015).

Spigelman mengatakan obat ini akan tersedia awal tahun 2016. Tidak hanya menggunakan rasa buah, tiga jenis obat paling umum untuk TB juga akan mengeluarkan dosis anak-anak yang lebih praktis dan tepat guna.

Data WHO mengatakan TB membunuh 140.000 anak dan 1,37 juta orang dewasa tahun lalu. Total ada 1,5 juta orang yang meninggal karena TB, lebih besar daripada kematian akibat HIV-AIDS yang berjumlah 1,2 juta orang.

Masyarakat miskin berisiko tinggi terserang TB karena buruknya sanitasi dan kecukupan nurtisi. Meski sebagian besar kasus TB berada di Asia Tenggara, populasi pengidap terbesar justru ada di Afrika dengan 400.000 kasus baru tiap tahun.

Baca juga: Anak Kena TB Getah Bening, Apakah Menular? (mrs/up)