Rabu, 16 Des 2015 09:34 WIB

Saran Psikolog Agar Ortu Tak Terlalu Narsis Posting Foto Anak di Sosmed

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Karena lahir di era teknologi yang sudah cukup maju, generasi millenial yang sudah memiliki anak tak jarang suka memposting foto anaknya bahkan sejak di dalam kandungan. Tapi, karena terlalu banyak bersosial media, orang tua bisa sangat khawatir atas pandangan orang tua lain terhadap kehidupan mereka.

Hal tersebut disampaikan psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd. Wanita yang akrab disapa Diana ini menambahkan, karena ingin melakukan pencitraan di sosial media, tidak menutup kemungkinan orang tua bisa melakukan selfie, baik sendiri atau dengan keluarganya,  berkali-kali. Lantas, adakah batasan seberapa normal orang tua hobi memposting foto sang anak?

"Posting foto anak atau keluarganya sesekali nggak apa-apa. Tapi kadang ada yang sampai kebablasan anaknya nggak boleh foto sama si ini karena anak ini punya follower banyak. Jadi jatuhnya kayak persaingan," tutur Diana usai Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia 'Tantangan Pola Asuh Orang Tua Millenial' di Djakarta Theatre, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Baca juga: Ciri-ciri Ibu yang Narsis pada Anaknya

Diana menambahkan, kelemahan generasi millenia salah satunya adalah mereka malas belajar karena lebih percaya diri dan merasa lebih bisa serta mampu. Namun, Diana menyarankan cobalah lebih rendah hati dan mau untuk belajar. Ada sesuatu apapun usahakan untuk dikulik lebih dalam lagi, demikian diungkapkan Diana.

Sebut saja ketika hendak memposting foto anak di sosial media, tak ada salahnya jika orang tua lebih dulu mencari informasi, baik melalui buku atau sumber terpercaya di internet soal sisi positif dan negatif mengunggah foto anak di sosial media.

"Sampai kita memutuskan ini adalah sesuatu yang benar atau salah untuk dilakukan. Atau kalau mau dicari lagi sampai sejauh mana sih ini dikatakan masih normal. Dengan kata lain, lebih seimbanglah kalau mencari informasi," lanjut Diana.

Diana juga menyarankan para orang tua millenia memiliki prestasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupannya pun harus lebih seimbang antara dunia maya dan dunia nyata. Dengan begini, diharapkan si orang tua millenia masih bisa melihat yang sebenarnya terjadi di realitas kehidupannya seperti apa.

Baca juga: Tiger Mom, Sosok Ibu yang Keras demi 'Ciptakan' Anak Berprestasi (rdn/up)
News Feed