Selasa, 05 Jan 2016 13:34 WIB

Problem Ibu Menyusui

Rajin Makan Sayur Katuk Tapi Ibu Tidak Happy, Efeknya Nol Besar

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Sayur katuk dan sari kedelai selalu identik dengan para ibu menyusui. Asupan ini diyakini dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Padahal produksi ASI juga dipengaruhi oleh psikis si ibu lho.

Faktanya, setelah ASI diproduksi dan berada di dalam sel-sel penghasil ASI pada payudara, ASI perlu bisa mengalir keluar melalui saluran kelenjar ASI dan akhirnya keluar melalui saluran yang ada pada puting ibu. Hal ini memerlukan satu hormon menyusui yang lain yaitu hormon oksitosin.

Oksitosin masuk ke dalam darah menuju payudara dan merangsang sel-sel otot di sekeliling alveoli berkontraksi. Kontraksi ini membuat ASI yang telah terkumpul di dalam alveoli mengalir sepanjang duktus.

"Hormon oksitosin akan lebih mudah diproduksi, bahkan di saat ibu tidak sedang menyusui bayinya. Hal ini disebabkan selain oleh hisapan bayi, hormon oksitosin dengan mudahnya dipengaruhi oleh pikiran, perasaan dan sensasi ibu. Inilah yang disebut refleks oksitosin atau Let Down
Reflex (LDR)," tutur konselor laktasi RS Hermina Bekasi, dr Sylvia Haryeny, IBCLC, kepada detikHealth, seperti ditulis pada Selasa (5/1/2016).

Menurut dr Sylvia, perasaan yang positif seperti rasa senang, memikirkan bayi dengan penuh kasih, dan merasa percaya diri bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi, dapat membantu mempermudah refleks oksitosin bekerja dan ASI mengalir. Sensasi-sensasi seperti menggendong, menyentuh, menatap atau mendengar bayi menangis, juga dapat membantu refleks oksitosin, sehingga ASI lebih mudah mengalir.

"Sebaliknya perasaan negatif, misalnya kesakitan, khawatir atau ragu-ragu bahwa ia tidak punya cukup ASI, dapat menghambat refleks oksitosin dan menghentikan ASI mengalir. Stres, kelelahan juga dapat menghambat refleks. Payudara tampak seperti berhenti memproduksi ASI, padahal payudara tetap memproduksi ASI, tetapi tidak dapat mengalir keluar," imbuhnya.

Berdasarkan informasi tersebut, maka disimpulkan untuk kelancaran ASI mengalir maka seorang ibu perlu menjaga emosinya. Ibu juga sebaiknya berada dekat dengan bayinya sepanjang waktu.

"Penggunaan laktogog yaitu makanan, minuman atau jamu-jamuan khusus yang diyakini orang bisa meningkatkan suplai ASI seperti daun katuk, teh herbal dan lain-lain hanya bisa membantu seorang wanita merasa percaya diri dan rileks. Jadi penggunaan laktogog bisa berperan pada peningkatkan refleks oksitosin bukan meningkatkan produksi ASI bila ibu menyusui memiliki perasaan positif dengan hal tersebut," tegas dr Sylvia.

Baca juga: Pasca Diperkenalkan MPASI Bayi Rentan Sakit? Mungkin Ini Sebabnya


(ajg/up)