Jumat, 12 Feb 2016 08:37 WIB

Studi: Konsumsi Parasetamol Saat Hamil Terkait Risiko Asma pada Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Parasetamol biasa dikonsumsi untuk mengatasi nyeri, demam, atau flu, tak terkecuali pada ibu hamil. Namun, sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa risiko anak nantinya terkena asma meningkat akibat konsumsi parasetamol ibu di masa kehamilan.

Salah satu penulis studi, Dr Maria Magnus dari Bristol University mengatakan parasetamil menjadi obat penghilang rasa sakit yang paling umum digunakan oleh wanita hamil dan bayi. Untuk studinya, Magnus dan timnya membandungkan data 114.500 anak dari ibu yang mengonsumsi parasetamol dan yang tidak mengonsumsi parasetamol.

Data tersebut diambil dari Norwegian Mother and Child Cohort Study. Diketahui, pemicu umum penggunaan parasetamol selama hamil yakni nyeri, demam, dan flu. Pada studi ini, peneliti ingin melihat risiko asma yang terjadi sata anak berusia tiga dan tujuh tahun.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan Jika Ibu Hamil Terpaksa Minum Obat

"Kami menemukan bahwa 5,7 persen anak terkena asma di usia tiga tahun dan 5,1 persen terkena asma di usia tujuh tahun. Studi ini menemukan hubungan yang konsisten antara risiko anak terkena asma di usia tiga tahun dengan konsumsi parasetamol saat hamil untuk mengatasi lebih dari satu keluhan," tutur Magnus, dikutip dari Mirror, Jumat (12/2/2016).

Magnus menutukan studi kali ini bisa menunjukkan keluhan umum apa saja yang membuat ibu mengonsumsi parasetamol yang nyatanya bisa berkaitan dengan risiko anak terkena asma. Sebab, menurut Magnus selama ini risiko anak terkena asma seringkali hanya dihubungkan dengan karakteristik dan perilaku sehat yang diterapkan orang tua.

Magnus juga menekankan temuan studi ini belum tentu mengubah rekomenadi penggunaan parasetamol pada wanita hamil. Hal terpenting menurutnya, setiap ibu hamil mengalami keluhan dan hendak mengonsumsi obat tertentu, maka konsultasikan dengan dokter.

Studi ini sudah dipublikasi di Journal of Epidemiology.

Baca juga: Cara-cara Efektif untuk Cegah Serangan Asma

(rdn/vit)
News Feed