Sabtu, 19 Mar 2016 11:00 WIB

Perasaan Anak Ketika Ortu Memposting Info Tentang Mereka di Media Sosial

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Sudah menjadi hal yang lumrah jika orang tua hobi memposting segala sesuatu tentang anaknya termasuk aktivitas serta foto-foto sang buah hati. Tapi, sebelum melakukan hal itu, ada baiknya Anda memperhatikan lagi apa perasaan yang bisa dialami anak.

Adalah studi terbaru dari University of Michigan's School of Information yang menyebutkan bahwa anak sering merasa frustasi dan khawatir ketika orang tua mereka memposting sesuatu tentangnya di sosial media. Salah satu penulis studi, Sarita Schoenebeck mengatakan studi itu mengungkapkan bahwa anak-anak ingin orang tua meminta izin pada mereka sebelum memposting sesuatu tentang mereka.

"Selain merasa malu, mereka mengatakan izin dari orang tua amat penting sehingga mereka bisa mengontrol informasi yang dibagikan ayah atau ibunya secara online," tutur Schoenebeck kepada Today.

Dalam studi ini, peneliti mensurvei 249 orang tua dengan anak usia 10-17 tahun. Penelitian ini juga turut fokus pada bagaimana aturan penggunaan teknologi di rumah serta bagaimana pandangan anak terhadap perilaku orang tuanya di sosial media. Secara umum, anak-anak merasa tidak masalah jika orang tuanya membagikan informasi yang positif tentang mereka.

Baca juga: Jangan Pajang Foto Bayi di Facebook untuk Hindari Penculik

Misalnya saja prestasi anak di sekolah, nilai yang bagus, dan partisipasi anak di pertandingan olahraga. Namun, ada hal-hal yang menurut anak justru memalukan seperti foto ketika mereka bayi atau informasi yang dibagikan orang tua ketika anak-anak melakukan kesalahan.

"Dalam survei ini anak merasa privasinya diganggu oleh orang tua. Maka dari itu, sebagai orang tua kita harus berpikir tentang hal ini karena bagaiamanapun nantinya anak memiliki 'jejak digital' yang dibuat saat mereka kecil. Sehingga meminta izin pada anak sebelum memposting informasi soal mereka menjadi hal yang penting," lanjut Schoenebeck.

Sementara, pakar parenting dr Deborah Gilboa mengibaratkan anak-anak memiliki hak veto atas keputusan orang tuanya ketika memposting sesuatu tentang mereka secara online. Di usia 8-10 tahun biasanya anak sudah mengerti penggunaan sosial media dan saat itu, orang tua sudah bisa meminta izin pada anak.

"Anda juga bisa menggunakannya sebagai materi pembelajaran anak di mana memposting sesuatu secara online tanpa izin bisa berdampak bagi kehidupan orang lain," tutur Schoenebeck.

Baca juga: Tak Disadari, Orang Tua Bisa Sebabkan Anak Kecanduan Internet (rdn/vit)