Selasa, 24 Mei 2016 17:30 WIB

Pentingnya Ajarkan Cara Perlindungan Diri pada Anak untuk Hindari Pencabulan

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Mengajarkan cara perlindungan diri pada anak bukan untuk 'sok-sokan', tapi ini bisa membantu mereka untuk menghindari kejahatan, misalnya pencabulan dan pemerkosaan.

Cara perlindungan diri antara lain dengan membekali anak upaya perlawanan, misalnya dengan menendang atau memukul alat vital orang yang berusaha memegang bagian intim tubuh mereka.

Di Kenya, kelas bela diri atau self defense diklaim sukses turunkan angka perkosaan. Materinya tak hanya bela diri, tapi juga wawasan tentang penyebab dan efek dari kekerasan seksual.

Menurut peneliti, angka kekerasan seksual di ibukota Kenya, Nairobi, turun drastis hingga 38 persen setelah kelas tersebut dimulai. Bahkan separuh dari 2.000 remaja perempuan yang ambil bagian dalam kelas tersebut dilaporkan menggunakan skill yang mereka pelajari untuk menghentikan 817 kasus kekerasan seksual di kota tersebut.

Baca juga: Ketika Anak Penasaran pada Berita Perkosaan, Bagaimana Menyikapinya?

Perlindungan diri juga bukan melulu dengan bela diri, tapi juga cara untuk menghindarkan diri dari situasi yang rentan pencabulan. "Misalnya jangan jalan di tempat yang sepi. Untuk anak-anak memang sulit untuk mengajarinya maka dari itu disarankan orang tua tahu di mana posisi anak berada entah itu di rumah atau di luar rumah, orang tua harus memantau anaknya," saran psikolog keluarga Anna Surti Ariani, MPsi.

Jika anak sudah memasuki usia sekolah maupun beranjak remaja dan menggunakan angkutan umum, sambung perempuan yang akrab disapa Nina ini, sebaiknya jangan naik ke angkutan jika si anak jadi satu-satunya penumpang perempuan. "Atau jangan berhenti di tempat yang tidak aman. Di usia segitu juga bisa diajarkan untuk melindungi diri," tambah Nina.

Psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, saat dihubungi terpisah menambahkan upaya pertahanan diri pada anak antara lain dengan menolak jika diajak ke tempat-tempat sepi ataupun yang rentan terjadinya pencabulan dan perkosaan. Orang tua juga bisa memantau teman-teman si anak, sehingga ikut mengetahui bagaimana karakter teman-teman yang biasa bergaul bersama anak.

"Mengajarkan self defense pada anak juga penting karena kan orang tua tidak bisa mengawasi anaknya terus-menerus," ucap Ratih.

Baca juga: Kelas Bela Diri di Kenya Diklaim Sukses Turunkan Angka Perkosaan (vit/ajg)
News Feed