Senin, 30 Mei 2016 15:00 WIB

Memahami Tantrum si Kecil

Saat si Kecil Mengamuk, Bagaimana Sebaiknya Orang Tua Bersikap?

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pernahkah Anda mengalami sedang banyak pekerjaan di rumah, tapi balita Anda sedang banyak maunya dan mengamuk saat keinginannya tak terpenuhi? Bagaimana sebaiknya orang tua bersikap? Haruskah diabaikan atau dipenuhi saja keinginan anak?

Psikolog keluarga Anna Surti Ariani, MPsi menuturkan orang tua perlu memahami apa penyebab tantrum pada anak. Sering kali anak menjadi tantrum saat keinginannya tidak dipenuhi.

"Contohnya anak ingin pegang-pegang api atau anak mau beli mainan yang dia mau. Nah, kalau memang keinginan bukan kebutuhan, orang tua jangan dibelikan," saran perempuan yang akrab disapa Nina ini.

Lalu bagaimana jika anak menjadi mengamuk atau marah besar? "Dibiarkan saja atau diabaikan atau bisa juga dialihkan seperti mengajak ke tempat lain," ucap Nina memberikan saran.

Baca juga: Anak Gemar Memukul Dirinya Saat Tantrum? Coba Berikan Pelukan Beruang

Cara lain menghadapi anak yang mengamuk saat tantrum adalah dengan mengikuti gaya marah anak. "Misalnya anaknya hentak-hentak kaki di lantai ibunya atau bapaknya ngikutin juga," imbuh Nina.

Yang jelas, tantrum sebenarnya merupakan hal yang wajar. Saat ini terjadi, biarkan anak melepas energinya. Psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, saat dihubungi secara terpisah mewanti-wanti agar orang tua tidak ikut-ikutan tantrum saat anaknya sedang tantrum.

Membiarkan anaknya menangis kejer saat menginginkan sesuatu sah-sah saja. Itu adalah upaya orang tua memberi kesempatan anak untuk melepaskan energinya. Tapi berikan pula pengertian bahwa anak boleh menangis tapi ayah dan ibu tidak akan memberikan apa yang diinginkan anak.

"Jadi orang tua harus bersikap santai untuk menghadapinya," ucap Ratih.

Baca juga: Bukan Ketempelan Jin, Anak Nangis Kejer Mungkin karena Tantrum

(vit/ajg)