Jumat, 10 Jun 2016 15:33 WIB

Terpaksa Melahirkan Prematur, Haruskah Ibu Jalani Operasi Caesar?

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Umumnya, waktu persalinan terjadi di usia kehamilan 38 sampai 41 minggu. Ketika kelahiran terjadi di usia kandungan di bawah 38 minggu, maka disebut kelahiran prematur. Pada kelahiran prematur, haruskah bayi dilahirkan melalui operasi caesar?

"Tidak harus dengan operasi caesar, semua tergantung keadaan saat ibu datang ke rumah sakit," ungkap dr Yusfa Rasyid SpOG, MARS dari RSIA YPK Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat saat berbincang dengan detikHealth.

dr Yusfa menuturkan, bila ibu datang ke rumah sakit dengan pembukaan mulut rahim lebih dari 3 cm dan jika saat diobservasi kondisi ibu dan si bayi sehat, maka bayi bisa dilahirkan melalui persalinan normal. Namun, jika pembukaan pada mulut rahim masih di bawah 3 cm dan usia kandungan kurang dari 36 minggu, persalinan masih bisa ditunda.

Baca juga: Studi: Anak yang Lahir Prematur Harus Dapat Perlakuan Khusus di Sekolah

"Persalinan ditunda dengan pemberian obat penghilang mulas dan yang terpenting pemberian obat pematangan paru untuk menghindari gangguan pernapasan bayi setelah lahir," tambah dr Yusfa.

Namun, ketika ketuban sudah pecah lebih dulu tapi pembukaan mulut rahim belum ada, sesempat mungkin dilakukan upaya pematangan paru dan pemberian antibiotik, baru kemudian akan dilakukan prosedur caesar. Nah, soal kelahiran prematur, apa faktor penyebab yang paling sering dijumpai?

"Faktor yang paling sering menyebabkan kelahiran prematur adalah ketubah pecah dini karena infeksi vagina, hamil kembar yang menyebabkan peregangan pada rahim ibu lebih cepat terjadi, serta kondisi preeklampsia yang bila kehamilannya tidak segera diakhiri bisa menimbulkan komplikasi yang berat pada ibu dan dapat mengancam nyawa ibu," tutur dr Yusfa.

Baca juga: Wah! Semprot Hidung Ini Disebut Bisa Bantu Kurangi Nyeri Saat Melahirkan

(rdn/vit)