Rabu, 03 Agu 2016 17:30 WIB

Tantangan ASI Eksklusif di Indonesia, Masih Ada Lho Bayi Diberi Minum Kopi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi kopi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif di Indonesia masih belum memuaskan. Temuan terbaru menunjukkan, masih ada bayi di bawah usia 6 bulan yang diberi minum kopi.

Dari berbagai jenis asupan yang diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan, susu formula tercatat paling banyak yakni 60,4 persen. Berturut-turut di bawahnya adalah air putih dan madu, masing-masing sebanyak 29,5 persen dan 18 persen.

Asupan selain ASI yang diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan adalah teh, air tajin, madu, dan makanan lumat. Menariknya, sebanyak 1,4 persen bayi mendapatkan asupan kopi dari orang tuanya.

"Memang tidak banyak, biasanya cuma seujung sendok. Biasanya diberikan karena bayinya demam, supaya tidak step (kejang)," kata Iin Mursalin dari MCA-Indonesia, dalam talk show di @america, Pacific Place Mall, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2016).

Baca juga: Bayi Perlu 'Ngopi' Agar Tidak Kejang Demam? Ini Kata Dokter

Seorang dokter yang juga aktivis menyusui, dr Falla Adinda Pringgayuda, mengakui pernah mendapati kasus serupa. Menurutnya, masih ada keyakinan di kalangan sebagian masyarakat bahwa anak demam perlu diberi kopi. Menurut dr Falla, dalam kondisi apapun bayi di bawah usia 6 bulan hanya membutuhkan ASI.

"ASI mengandung 87,5 persen air. Bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu lagi mendapat tambahan air meski berada di tempat yang mempunyai suhu panas," kata dr Falla.

Baca juga: Bayi 10 Minggu Meninggal, Diduga karena Diberi ASI Campur Air (up/vit)