Jumat, 05 Agu 2016 17:36 WIB

Pekan Menyusui Sedunia

Ini Syaratnya Agar Menyusui Bisa Jadi Alat Kontrasepsi Alami

Martha HD - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - ASI (air susu ibu) merupakan makanan terbaik bagi tumbuh kembang anak. Tidak hanya itu, ASI juga bisa bermanfaat menjadi alat kontrasepsi atau KB (keluarga berencana) alami bagi sang ibu.

"Tetapi untuk menjadikan ASI sebagai alat KB alami, perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi sang ibu," kata dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, saat ditemui dalam temu media memperingati Pekan ASI Sedunia 2016 dengan tema 'Ibu Menyusui Sampai 2 Tahun Lebih hebat, Anak Sehat & Cerdas dalam Rangka Mewujudkan Keluarga Sejahtera' di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Baca juga: Menyusui Bayi Bisa untuk Kontrasepsi Alami

Syarat untuk menjadi alat KB alami sendiri yaitu pemberian ASI di bawah 6 bulan. Selain itu ibu belum mendapatkan haid kembali setelah melahirkan, serta memberikan ASI ekslusif pada anak. Apabila syarat tersebut terpenuhi, dr Utami meyakini ASI akan efektif sebanyak 90 persen sebagai alat KB.

"Ini adalah KB alami yang tidak hanya manusia saja tetapi semua mamalia yang ada. Hanya manusia yang tidak menggunakan karena pemberian ASI tidak benar atau kualitas ASI tidak baik," kata dokter yang berpraktik di RS ST Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, ini.

Prof DR Biran Affandi, Spog (K) beberapa waktu lalu juga mengatakan lamanya pemberian ASI juga dapat menjadi syarat ASI sebagai alat kontrasepsi alami. "Untuk menjadikan menyusui ASI sebagai kontrasepsi alami, ibu harus menyusui bayi setidaknya selama 1 jam dalam 1 hari," ujar Prof Biran.

Lebih lanjut Prof Biran menjelaskan dengan menyusui bayi setidaknya 6 kali sehari selama 10 menit, ibu sudah bisa ber-KB secara alami.

Baca juga: 5 Hal Seputar Pil KB yang Masih Dipercaya, Padahal Cuma Mitos

Dengan sering menyusui bayi, maka otak kecil si ibu akan memproduksi hormon prolaktin lebih banyak. Nah, semakin banyak hormon prolaktin, maka bisa menekan ovulasi (masa subur) pada wanita. Dengan kata lain, wanita yang menyusui menjadi tidak subur.

"Tapi jika kurang dari 1 jam, tidak ada jaminan bahwa si ibu tidak bisa hamil lagi," jelas Prof Biran yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia. (vit/vit)