Selasa, 16 Agu 2016 11:36 WIB

Ketika Menyusui di Tempat Umum Jadi Tantangan Tersendiri bagi Para Ibu

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Menyusui di tempat umum bukan hal yang mudah bagi ibu. Meskipun, beberapa ibu ada yang merasa cuek saja harus menyusui si kecil di depan umum atau sebaliknya, ada ibu yang merasa risi dan tak nyaman.

Cuek ketika menyusui salah satunya sengaja dilakukan pembaca detikHealth bernama Shita. Kala itu, ia hendak pergi ke luar kota menggunakan pesawat. Saat di Bandara, bayinya yang berusia 7 bulan menangis dan tampak mengantuk serta ingin menyusu. Kebetulan, saat itu sudah tiba waktunya naik ke pesawat.

"Akhirnya sambil antre saya susui anak saya. Waktu itu saya tutupi payudara saya pakai kain gendong, karena apron ada di tas bayi, ribet kalau mau ambil dulu. Saya sih selama ini cuek saja memang karena saya pikir saya kan ngasih makan anak saya. Toh juga saya tutupi pakai kain, kerudung saya, atau apron," kata Shita saat berbincang dengan detikHealth.

Meski begitu, ada pula penumpang yang menurut Shita agak mengganggu. Ketika si anak menangis dan Shita menyusui, penumpang laki-laki berusia paruh baya itu mengucapkan kalimat 'Udah sana nyusu dulu, biar nggak nangis,' tapi dengan nada bicara yang seperti mengejek dan itu membuat Shita idak nyaman.

"Tapi saya bodo amat. Kan saya tutupi payudara saya pakai kain. Daripada anak saya nangis terus dan kelaparan kan," imbuhnya.

Pengalaman lain juga dialami pembaca detikHealth Tasya yang merasa risi ketika harus menyusui di tempat umum. Untuk itu, sebisa mungkin Tasya menyusui di ruang laktasi atau jika terpaksa, menyusui di mobil. Namun, pernah ketika ia harus kontrol ke dokter, ruang laktasi di RS penuh. Terpaksa, Tasya menyusui si bayi di lobi RS.

Sang suami pun sambil berdiri di depan Tasya 'menutupi' istrinya menggunakan bedong. Perasaan risi dialami Tasya. Tapi, ia tak punya pilihan lain ketimbang sang anak lapar dan terus menangis. Apalagi, ia sedang menjalani program ASI eksklusif.

Baca juga: Bikin Kenyang Tapi Tak Cukupi Gizi Anak, Hindari Memberi ASI Sebelum Makan

"Orang pada ngelihatin saya, mungkin bingung kali ya ini suami saya ngapain nutupin saya gitu. Saya juga risi sih sebetulnya, karena kain bedong kan nggak terlalu lebar takutnya ini kelihatan nggak sama orang di kiri kanan saya. Tapi biar risi dan nggak nyaman, tetap aja saya susui anak saya," kata Tasya.

Terkait aktivitas menyusui di tempat umum, eks Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH mengatakan sudah seyogianya orang bisa menerima ketika ibu harus menyusui bayinya di tempat umum. Tak perlu si ibu dianggap melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Asalkan, ibu pun menggunakan apron atau kain penutup lain ketika menyusui.

"Meskipun, memang saat ini telah banyak disediakan ruang laktasi di fasilitas umum yang pastinya bisa memudahkan ibu jika ingin menyusui bayinya," kata Nafsiah.

Sementara, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Ir Dody Izwardy, MA menekankan bahwa dukungan dari masyarakat kepada ibu menyusui amat penting. Sebab, ketika ibu merasa was-was dan tidak nyaman ketika menyusui, pastinya produksi ASI akan terganggu. Walaupun, Dody tak menampik jika budaya masih memengaruhi pemikiran bahwa menyusui di tempat umum masih menjadi hal yang tabu.

Padahal, asal payudara masih tertutupi maka tidak masalah ibu menyusui di tempat umum. "Kalau saya seorang ibu saya akan buka saja, yang penting bagi saya anak saya terpenuhi kebutuhan ASI-nya. Justru kalau yang beranggapan ini porno atau bagaimana, berarti secara tidak langsung tidak mendukung (program menyusui)," kata Dody.

Baca juga: dr Hikmah, Konselor Laktasi yang Sempat Kebingungan Saat Menyusui sang Anak

(rdn/vit)