Kamis, 08 Sep 2016 14:01 WIB

Setelah Kemoterapi Selesai, Kapan Ibu Bisa Kembali Menyusui?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Pada ibu yang terkena kanker, prosedur kemoterapi membuat ia tidak bisa menyusui bayinya. Namun, jika prosedur kemoterapi sudah selesai, ibu bisa kembali menyusui bayinya.

dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan jika ibu hendak menyusui setelah kemoterapi selesai dibolehkan. Asal, ditunggu sampai 7 kali half life dari obat yang diberikan. Half life, lanjut dr Hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk obat kemoterapi tersebut agar dosisnya mencapai dari setengah dosis yang diberikan. Nah, ditekankan dr Hari, half life tiap obat berbeda-beda.

Dalam 7 kali half life, diharapkan di dalam darah kadar obat yang diberikan sudah kurang dari 1 persen dosis yang diberikan. Dalam tenggat 7 kali half life, kadar obat sudah 1 per 128 atau 0,7 persen dari yang diberikan. Intinya, kata dr Hari jika di dalam darah kadar obat kemo sudah di bawah 1 persen, berarti aman.

"Misal saya kasih obat dengan dosis 450 mg dengan half life 6 jam. Maka, 6 jam setelah saya berikan, kadar di dalam darah tinggal 225 mg. 6 jam berikutnya jadi 112,5, lalu 6 jam lagi jadi 66,25 mg dan seterusnya," kata dr Hari dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Baca juga: Mengapa Menyusui Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara?

Pada obat dengan half life 6 jam, maka 7 kali half life yakni 42 jam. Sehingga, kurang dari 2 hari dari pemberian kemoterapi terakhir, ibu sudah bisa menyusui.

"Tapi tergantung obatnya ya. Nah, seringkali kemoterapi juga menggunakan multiple drugs. Kalau begitu, half life dihitung dari obat yang memiliki half life paling lama," kata dr Hari.

Sementara, dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA atau dr Tiwi mengatakan selain merusak sel kanker, kemoterapi juga bisa merusak sel yang baik. Kemudian, obat kemoterapi bisa terserap melalui ASI sehingga tidak baik jika ASI dikonsumsi bayi. Untuk itu, dikatakan dr Tiwi ibu-ibu yang menerima kemoterapi sebaiknya tidak memberikan ASI kepada anaknya.

"Namun hanya saat kemo, setelah kemo dapat dilanjutkan pemberian ASI-nya. Tapi jangan lupa tetap perah ASInya namun tidak diberikan pada bayi melainkan dibuang, agar produksi ASI tetap terjadi," kata dr Tiwi yang praktik di RS Bunda Jakarta ini.

Baca juga: Berusia 27 Tahun, Ibu Muda Ini Sudah Didiagnosis dengan Empat Jenis Kanker


(rdn/vit)