Selasa, 13 Sep 2016 11:02 WIB

Saat Ibu Bekerja Merasa Bersalah karena Tak Punya Banyak Waktu untuk Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Karena alasan tertentu, misalnya finansial, maka ibu harus bekerja setelah ia punya anak. Kadang kala, perasaan bersalah pun muncul di benak ibu karena merasa ia tak bisa mengikuti tumbuh kembang buah hatinya dan tak punya banyak waktu untuk si kecil.

Menanggapi hal ini, psikolog klinis dari Klinik TigaGenerasi Sri Juwita Kusumawardhani MPsi, Psikolog mengungkapkan munculnya perasaan bersalah pada ibu bekerja merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, menurut wanita yang akrab disapa Wita ini meninggalkan anak untuk bekerja memang bukan hal yang mudah.

"Yang perlu diingat adalah fokus dalam mengerjakan sesuatu. Ketika di kantor, fokuslah untuk bekerja, jangan teralih dengan memikirkan anak," kata Wita yang juga praktik di Lembaga Psikologi Terapan UI ini memberi saran, dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Nah, ketika di rumah, Wita menyarankan para ibu bekerja untuk fokus menikmati kebersamaan dengan keluarga. Salah satu cara fokus yang bisa dilakukan yakni dengan mematikan notifikasi email atau telepon dari orang kantor. Namun, ketika ibu merasa kesulitan dalam menghadapi apa yang bakal terjadi ketika ia bekerja, disarankan agar ibu mempertimbangkan keputusan untuk bekerja.

Namun, jika memang ibu sudah mantap untuk bekerja, menurut Wita secara tidak langsung ibu sudah siap menanggung konsekuensinya. Jangan lupa pula manfaatkan perkembangan teknologi untuk dapat tetap memantau perkembangan si kecil. Misalnya, dengan memanfaatkan fitur video call.

Baca juga: Ibu Kangen Bekerja Saat Cuti Melahirkan? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Dikutip dari Working Mother, Nicole Else-Quest, PhD dari Departemen Psikologi Villanova University, Pennsylvania, mengatakan pada ibu bekerja wajar adanya ketika mereka seperti diprogram untuk merasa bersalah. Menurut Nicole, hal ini bisa terjadi karena sepanjang waktu, wanita kerap mendapat pesan bahwa sebagai ibu, sudah semestinya ia tinggal di rumah.

Toh ibu bekerja, maka pola pikir yang ditanamkan adalah sudah semestinya ibu bisa mencapai performa yang menakjubkan dalam jenjang karirnya, demikian disampaikan Nicole. Apalagi pada ibu yang cenderung berusia muda dan baru memiliki anak pertama, tekanan akan lebih mudah dirasakan dan kondisi bekerja sering pula membuatnya meragukan kompetensinya sebagai seorang ibu.

"Konflik batin yang muncul karena pembentukan pola pikir di masyarakat selama ini bukan satu-satunya faktor munculnya rasa bersalah pada ibu bekerja. Sebab, secara tak sadar kita juga dibanjiri oleh pesan di media tentang bagaimana seyogianya menjadi ibu yang baik bagi keluarga," kata Nicole.

Baca juga: Cara Agar Ibu Bekerja Tak Mudah Stres karena Atur Urusan Rumah Tangga Sendiri


(rdn/vit)