Jumat, 07 Okt 2016 17:33 WIB

Ini yang Perlu Dipahami Soal Skin To Skin Contact dan Inisiasi Menyusu Dini

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Seorang ayah di Utah, Amerika Serikat bernama Ryan Grassley mencurahkan isi hatinya karena dalam tagihan rumah sakit, tertulis ada biaya untuk skin to skin contact sebesar sekitar Rp 519 ribu.

Bersama foto nota RS yang ia unggah di jejaring sosial Reddit, Ryan menuliskan bahwa perawat membiarkan dia memeluk sang bayi di dada atau leher sang istri. Hanya saja, ia merasakan kekonyolan ketika ada biaya Rp 519 ribu dengan rincian pembayaran skin to skin contact.

Pasca melahirkan, skin to skin contact dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) memang merupakan proses yang lumrah dilakukan. Keduanya berbeda, tapi memang saling berkaitan.

dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan IMD merupakan proses menyusu bayi setidaknya satu jam setelah kelahiran di mana bayi dibiarkan mencari puting ibunya sendiri. Sedangkan pada skin to skin contact, bayi tanpa baju dibiarkan menempel kulitnya dengan kulit si ibu.

"Skin to skin contact merupakan bagian IMD. Nah, belum tentu setiap skin to skin contact adalah IMD. Tetapi, setiap IMD memang pasti skin to skin contact," kata dr Meta Hanindita SpA saat berbincang dengan detikHealth, Jumat (7/10/2016).

Baca juga: IMD Bukan Soal Berhasil Atau Tidak Tapi Dikerjakan Atau Tidak Dikerjakan

Menurut dr Meta, skin to skin contact juga bisa dilakukan oleh ayah. Dengan begitu, bonding dengan ayah dan kehangatan bisa didapat oleh bayi. Posisi ayah dan bayi melakukan skin to skin contact pun tak terlalu penting asalkan kontak kulit ayah ke kulit bayi secara langsung bisa terjadi.

Dihubungi terpisah, wakil ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar mengatakan sama seperti pada ibu, skin to skin contact yang dilakukan ayah juga bisa membuat bayi tenang dan hangat.

"Caranya bisa dengan bayi digendong sama ayahnya tapi bayinya nggak dipakaikan baju dan bagian dada ayahnya juga nggak ketutupan baju jadi ada kontak kulit ke kulit langsung. Jadi kayak bapaknya dibedong bareng bayinya gitu, bisa," kata Nia.

Bahkan skin to skin contact untuk memberi kenyamanan dan kehangatan bagi bayi tak melulu harus dilakukan ayah atau ibu saja. Sebab anggota keluarga lain seperti kakek dan nenek pun bisa melakukannya demi membentuk bonding antara si bayi dan anggota keluarganya yang lain.

Baca juga: Ini Alasannya Tak Boleh Memandikan Bayi Pakai Air Dingin

Sementara itu proses IMD diawali dengan merayapnya bayi ke dada ibu setelah ia mencium bau puting payudara ibu. Proses merayap ini disebut juga dengan breast craw dan memiliki manfaat yang secara langsung atau tidak langsung membantu bayi bergerak dan memfasilitasi kehidupan di luar rahim.

Penelitian yang dilakukan Nils Bergman dan rekan menyimpulkan bahwa kontak kulit ke kulit bisa meningkatkan aktivitas menyusui secara signifikan, baik yang dilakukan selama 1-4 bulan, 4-6 bulan, maupun sampai bayi berusia satu tahun.

Penelitian ini dikuatkan Mikiel-Kostyra dan rekan tahun 2002 yang menunjukkan ada perbedaan signifikan durasi menyusui akibat ada tidaknya kontak kulit ke kulit secara dini. Mikiel-Kostyra menyebutkan ibu yang melakukan kontak kulit ke kulit akan menyusui secara eksklusif 0,39 lebih lama dan menyusui secara total 1,43 bulan lebih lama dianding ibu di kelompok kontrol. Ditemukan pula makin lama durasi kontak kulit ke kulit, makin lama pula durasi ibu menyusui bayi. (rdn/vit)