Sabtu, 03 Des 2016 09:33 WIB

Ini Dampak Saat Orang Tua Sering Minta Anak 'Berbohong Demi Kebaikan'

Puti Aini yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Ketika ada seseorang yang tidak disukai menelepon atau mendatangi rumah, terkadang orang tua tidak sengaja melibatkan anaknya untuk berbohong. Misalnya seperti meminta anaknya berkata 'mama lagi nggak ada'.

Terkait hal ini, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi, Anna Surti Ariani SPsi MSi menuturkan, meminta anak untuk mengatakan 'mama lagi nggak ada' ketika ada orang yang mencari sang mama merupakan hal yang keliru. Karena, itu tetaplah kebohongan yang secara tidak langsung akan memengaruhi anak.

"Mau black lies atau white lies itu tetap bohong. Padahal kita bisa aja bilang 'mama nggak ingin ketemu orang itu karena orang itu akan terus-terusan menawarkan barang padahal barang itu kita nggak butuh' jadi gitu aja bilangnya, misalkan," tutur wanita yang akrab disapa Nina ini.

Baca juga: Ketika Orang Tua Tak Sadar Ajari Anak 'Berbohong Demi Kebaikan'

Nina melanjutkan, mengatakan kejujuran seperti 'mama nggak mau ketemu' jauh lebih baik. Tapi, lebih tepat lagi jika orang tua menyelesaikan masalah tersebut tanpa melibatkan anak, apalagi secara tak langsung mengajarinya berbohong.

Sebab, dikatakan Nina anak-anak belum bisa membedakan berbohong dengan berbohong demi kebaikan. Ia memberi contoh ketika anak diminta mengatakan 'mama lagi nggak ada di rumah' maka anak yang belum paham akan mengatakan 'mama bilang dia lagi nggak ada di rumah'.

"Jadi jangan ngajak-ngajak anak untuk berbohong. Sehingga, langsung tunjukkan saja dengan kita ketemu atau jawab telepon orang tersebut. Karena apapun yang kita lakukan itu pendidikan untuk anak," sambung Nina dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Saat anak sering tak sengaja diajari 'berbohong demi kebaikan', dampak yang bisa terjadi di antaranya anak nantinya tidak terlalu menghargai kejujuran. Kemudian, toleransinya terhadap kebohongan akan semakin besar.

"Jadi anak akan berpikir seperti 'ya udahlah bohong-bohong dikit nggak apa' dan hal tersebut bisa memicu anak melakukan kebohongan lagi," pungkas ibu dua anak ini.

Baca juga: Begini Respons Ortu yang Disarankan Saat Anak Ketahuan Bohong


(rdn/vit)