Minggu, 04 Des 2016 13:30 WIB

Saran Psikolog, Sebaiknya Orang Tua Tak Didik Anak Jadi Princess

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Orang tua dianjurkan untuk tidak selalu menuruti kemauan buah hatinya, misalnya ketika anak minta mainan apapun akan dibelikan. Apalagi pada anak perempuan, ketika mereka kerap dipuji karena penampilannya, tak sadar orang tua sudah mendidik mereka menjadi princess.

"Untuk anak perempuan, jangan didik mereka jadi princess. Nggak sadar, orang tua menuruti semua keinginan anak terus sering banget kelepasan memuji anak karena penampilannya, dia cantik dan bajunya bagus misalnya," tutur psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo MPsi, Psikolog.

Dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini, wanita yang akrab disapa Anas tersebut mengatakan, penting juga memuji anak karena ia sudah berperilaku baik, sopan, rajin, dan bekerja keras. Hanya saja, terkadang orang dewasa lupa akan hal itu. Seringnya anak dipuji hanya karena penampilan fisik sementara perilaku terpuji yang ia lakukan jarang mendapat apresiasi.

Baca juga: Beda Kecanduan Gadget Pada Anak Laki-laki dan Perempuan

"Sesekali boleh memuji fisik anak. Tapi kalau terus-terusan anak bisa nggak tahu bahwa jadi manusia itu juga harus sopan, taat beribadah, bisa bangkit misalnya. Ya karena itu bukan hal yang sering mereka dengar. Jadi anak nganggepnya dia jadi princess aja, nggak mau usaha, nggak mau capek," lanjut pemilik akun twitter @anasbubu ini.

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dan remaja Sutji Sosrowardojo mengungkapkan memuji anak dengan menonjolkan kondisi fisiknya boleh-boleh saja, tetapi jangan berlebihan. Sebab, ada beberapa anak yang di rumah disebut cantik dan langsing, di luar dia merasa dunia berputar di sekitar dirinya.

"Dia merasa semua orang melihat dia cantik dan dia hanya menghargai dirinya dari sisi fisik. Kalau itu terlalu sering dilakukan (memuji anak karena fisiknya), akhirnya anak kayak terlalu ge-er (gede rasa), semua orang melihat dia cantik, anak merasa cantik, teman dia yang lain nggak cantik," kata Sutji.

Baca juga: Bisa Dicoba, Cara Sederhana Ajari Anak Laki-laki Pendidikan Seks Dini


(rdn/vit)