Rabu, 14 Des 2016 17:30 WIB

Jangan Salah, Menyanyi dan Menari Bisa Perkuat Bonding Orang Tua dan Anak Lho

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Quality time penting untuk membangun kedekatan orang tua dan anak. Bermain pun bisa jadi salah satu kegiatan dalam quality time bersama anak. Nah, ketika Ayah atau Ibu hanya punya sedikit waktu, menyanyi sambil menari bisa dijadikan pilihan.

Seperti penuturan psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, MPsi, Psikolog atau Vera, ketika orang tua tak punya banyak waktu untuk membuat quality time besama anak, lakukan aktivitas yang spontan dan menyenangkan. Nah, bernyanyi plus menari bisa jadi pilihan.

"Menyanyi bikin segala macam area otak terstimulasi. Minimal kemampuan bahasa anak berkembang, dan kelekatan emosional dengan orang tuanya terbentuk," kata Vera di sela-sela Konferensi Pers BebeHero Hi5 di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Tak perlu lagu utuh, kadang lagu ciptaan dadakan orang tua juga ampuh membuat anak senang. Asal, iramanya dan kata-katanya mudah untuk anak. Apalagi jika lagu itu dibawakan bersama dengan menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan ada komunikasi dua arah. Selain itu, orang tua juga memposisikan diri sebagai teman buah hatinya.

Baca juga: Simpel, Merangsang Kecerdasan Anak Bisa Dilakukan dengan Bercerita

Nah, soal menari, Vera mengatakan kegiatan itu punya banyak manfaat bagi anak. Di antaranya melatih kemampuan lokomotornya dengan anak bisa berpindah-pindah posisi, melatih stabilitas anak dengan melakukan gerakan yang memerlukan keseimbangan, serta melatih kemampuan anak memanipulatif misalnya dalam mengenakan atribut saat menari.

"Menari juga meningkatkan kadar hormon yang bisa merangsang perkembangan sel otak sehingga anak ready belajar sesuatu," kata Vera.

Soal mengajak anak menari dan menyanyi dengan mencontoh konten yang ada di gadget, menurut Vera tak masalah. Sehingga, boleh-boleh saja orang tua mengenalkan gadget pada anak.

"Dipegang-pegang dulu nggak masalah. Tapi ingat, gadget bukan mainan 24 jam, nanti yang terjadi over exposure. Jadikan gadget sebagai alat saja dan ingat, pada anak dengan kondisi tertentu, mereka lebih mudah belajar," tutur Vera.

Baca juga: Begini Caranya Menjadi Pencerita yang Baik untuk Anak Anda (rdn/up)