Jumat, 13 Jan 2017 15:01 WIB

Dikira Hamil Anak Kembar, Ibu Ini Lahirkan Bayi Berbobot 6,3 Kg

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Facebook Foto: Facebook
Louisiana - Ibu bernama LaQueena Hunter-Grover ini memiliki perut yang besar saat hamil anak keempatnya. Banyak orang mengira ia sedang mengandung bayi kembar dua bahkan tiga.

Tapi, siapa sangka jika LaQueena melahirkan satu orang bayi dengan bobot 6,3 kg. Selama hamil, LaQueena menceritakan jika seringkali orang-orang yang melihat perutnya mengatakan ia sedang hamil bayi kembar dua atau tiga. Pada tanggal 6 Desember 2016, LaQueena melahirkan bayi keempatnya.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu diberi nama Loyaltis Adonis Grove. Di awal kelahirannya. Loyaltis harus dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di Tulane Lakeside Hospital selama beberapa hari karena beberapa komplikasi yang dialami. Tapi kini, si kecil Loyaltis dilaporkan dalam kondisi sehat.

"Saat suami saya melihat Loyaltis lahir, ia terkejut. Dia mengatakan putranya adalah the big baby. Bahkan saat perawat berkata pada saya soal kondisi Loyaltis yang besar, saya juga kaget," tutur LaQueena kepada WDSU.

Si kecil Loyaltis menurut ibunya berlaku seperti Incredible Hulk ketika dia tidak mendapat yang diinginkan. Loyaltis tidak betah jika popoknya tidak segera diganti dan ia ingin segera disusui ketika lapar. Dalam keseharian, Loyaltis mengenakan pakaian anak usia 3-6 bulan dan juga 6-9 bulan.

Baca juga: Ini Berat Badan Bayi yang Normal Saat Lahir

"Bahkan saya memakaikan dia celana pendek untuk anak usia 18 bulan. Saat ini, kondisinya sehat dan mungkin dia akan jadi anak terakhir kami," tambah LaQueena yang anak pertama dan keduanya berbobot di atas 3 kg, kemudian anak ketiganya berbobot 4,3 kg.

Foto Loyaltis salah satunya dibagikan oleh news anchor WDSU, Natalia Hee di halaman Facebook-nya. Foto tersebut kemudian dibagikan lagi oleh Stephon K Hunter.

"Ibu saya LaQueena Hunter-Grover dan adik laki-laki saya yang besar sudah jadi topik perbincangan. Lihatlah betapa tampannya dia seperti 3 saudaranya yang lain," tulis Stephon.

Bayi yang berbobot di atas 4 kg disebut juga makrosmia. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr Muhammad Nurhadi Rahman, SpOG, atau dr Adi ada berbagai faktor yang memengaruhi bayi makrosomi, di antaranya:

1. Faktor genetik
Jika kedua orang tuanya bertubuh tinggi dan besar, kemungkinan anak lahir makrosomia sangat mungkin.

2. Faktor ras
Bayi makrosomia lebih sering terjadi pada negara-negara yang memiliki ciri-ciri fisik tinggi besar, seperti negara Eropa. Tetapi, kata dr Adi, makrosomia di luar negeri berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia bayi makrosomia yakni yang berbobot di atas 4 kg. Sementara di luar negeri, bayi dengan bobot 4,2 kg baru disebut makrosomia.

3. Usia kehamilan yang terlewat
"Usia kehamilan yang ideal itu 40 minggu, jika lebih 1 minggu atau lebih dapat menyebabkan bayi lahir dengan keadaan makrosomia," kata dr Adi.

4. Riwayat makrosomia
Jika pada saat melahirkan anak pertama makrosomia, kemungkinan anak kedua akan lahir makrosomia sangat besar

"Lalu obesitas dan kenaikan berat badan ibu yang berlebihan sebelum atau selama masa kehamilan. Serta penyakit diabetes yang diderita ibu sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan yang biasanya disebabkan karena perubahan hormon dalam kehamilan, juga bisa memicu bayi lahir dengan makrosomia," pungkas dr Adi.

Baca juga: Saat Bayi Baru Lahir Menangis Terus, Bolehkah Memberinya Madu?


(rdn/vit)