Senin, 13 Feb 2017 18:05 WIB

Orang Tua Adalah Contoh Terbaik Anak untuk Bersimpati

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Jika ingin punya anak yang bertutur kata baik, maka sebagai orang tua kita harus memberikan contohnya. Jika kita ingin si kecil tumbuh sebagai sosok yang memiliki simpati pada orang lain, maka kita pun harus memberikan contohnya.

"Jangan sampai kita ingin anak kita jadi anak yang punya simpati, tapi kita sebagai orang tua tidak memberi contoh seperti itu. Anak sering kali learning by doing. Children see, children do. Jadi untuk menanamkan simpati, orang tua harus memberi contoh," kata psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi dalam perbincangan dengan detikHealth.

Menanamkan simpati bisa dilakukan sejak kecil, tidak perlu menunggu sampai anak tumbuh besar. Misalnya memperlihatkan perbuatan yang tidak membuat orang lain sakit, baik melalui kata-kata atau fisik.

Baca juga: Anak 5 Tahun Sudah Tahu Cara 'Mencari Muka' di Depan Orang Lain

"Kita bisa katakan pada anak bahwa dipukul itu sakit, karena itu jangan sampai kita memukul orang lain. Contohnya lebih ke hal-hal sehari-hari saja," sambung Ratih.

Di usia tiga tahun, tambah Ratih, umumnya anak sudah mulai bisa lebih memperhatikan hal-hal sederhana dan dampaknya. Karena itu di usia ini anak sudah mulai bisa memahami simpati.

Namun umumnya anak-anak usia lima tahun sudah lebih bisa mengungkapkan simpatinya. Anak-anak usia ini sangat bersemangat belajar hal-hal yang baru, mereka juga mudah sekali untuk mengingat sesuatu.

Selain itu, telah tampak juga kemampuan untuk memulai hidup mandiri seperti memakai sepatu dan baju sendiri, pergi ke toilet sendiri dan makan sendiri. Ia juga sudah mengenal dan bersosialisasi pada teman-temannya.

Baca juga: Tahapan Masa Pertumbuhan Balita

(vit/rdn)