Demam Seperti Ini Wajar Dialami Anak Pasca Diimunisasi DPT

ADVERTISEMENT

Demam Seperti Ini Wajar Dialami Anak Pasca Diimunisasi DPT

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 23 Feb 2017 18:32 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Demam bisa disebabkan oleh faktor infeksi atau non-infeksi. Pada anak, yang biasa terjadi adalah demam karena reaksi imunisasi.

Seperti diungkapkan dr Marlyn Cecilia Malonda SpA dari RS Mayapada Tangerang, ada vaksin yang bisa menimbulkan demam, misalnya saja DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus).

"Dari komponen DPT, ada sel dari pertusisnya yang ketika dimasukkan ke tubuh memang akan menimbulkan reaksi demam," kata dr Marlyn di sela-sela Live Chat 'Memahami Demam si Kecil' yang digelar detikHealth dan detikForum di Kantor Detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Demam pasca diimunisasi DPT umumnya terjadi setelah penyuntikan atau 12 jam setelahnya. Nah, demam yang dialami anak paling lama dua hari dan berupa demam ringan (sumeng).

Baca juga: Mengapa Anak Bisa Tak Mudah Sakit Meski Tak Imunisasi? Ini Penjelasannya

"Nggak apa-apa dikasih obat penurun panas. Atau, beri minum anak yang cukup sehingga buang air kecil-nya lancar, itu bisa membantu menurunkan demam," kata dr Marlyn.

Lantas, bagaimana jika orang tua hendak menggunakan kompres dahi yang banyak dijual di pasaran? Menurut dr Marlyn, untuk kompres memang baiknya menggunakan air hangat pada daerah ketiak dan selangkangan anak.

"Apabila hendak menggunakan kompres yang dijual di pasaran, cukup gunakan di dahi. Itu pun untuk sementara. Tapi memang lebih efektif apabila semua daerah lipatan badan dikompres hangat," kata dr Marlyn.

Ketika dikompres, pada prinsipnya suhu tubuh yang panas akan menyesuaikan dengan suhu tubuh kompresan. Misalnya suhu tubuh anak 38,5 derajat celcius, ketika dikompres dengan air hangat bersuhu 37 derajat celcius, perlahan suhu tubuh anak akan menyesuaikan dan ikut turun menjadi 37 derajat celcius.

"Terus kalau di daerah lipatan yang dikompres kan akan lebih cepat menguap juga panasnya," pungkas dr Marlyn.

Baca juga: Studi Sebut Cara Ini Bisa Bantu Kurangi Rasa Sakit pada Bayi Saat Disuntik (rdn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT