Dapat Imunisasi DPT dan Campak Bantu Anak Terhindar dari Pneumonia

ADVERTISEMENT

Dapat Imunisasi DPT dan Campak Bantu Anak Terhindar dari Pneumonia

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 10 Mar 2017 18:09 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Imunisasi lengkap bisa menjadi upaya mencegah pneumonia pada anak. Salah satunya dengan memberi anak imunisasi DPT dan campak. Bagaimana kaitan vaksin tersebut dengan pneumonia?

"DPT itu kan difteri pertusis tetanus. P-nya atau pertusisnya itu bisa mengakibatkan komplikasi pneumonia dan anak meninggalnya biasanya karena pneumonia akibat pertusis. Ciri khasnya batuk panjang (rejan) dan sesak napas," tutur dr Nastiti Kaswandani SpA(K), Ketua UKK Respirologi PP IDAI.

Sementara, komplikasi campak yang bisa menyebabkan kematian yakni radang paru berupa pneumonia atau radang otak (encephalitis). Untuk itulah, kata dr Nastiti, campak termasuk vaksin yang harus diberikan pada anak.

Hal tersebut disampaikan dr Nastiti dalam Forum Ngobras 'Harapan Baru Eradikasi Pneumonia di Indonesia' di D'Lab, Menteng, Jakarta pusat, Jumat (10/3/2017). Ia menambahkan, imunisasi lengkap bisa mengurangi risiko anak terkena pneumonia sampai 49 persen.

Baca juga: Catat! Faktor-faktor yang Tingkatkan Risiko Anak Kena Pneumonia

Jika memang anak telat diimunisasi, misalnya di usia 9 bulan lebih belum divaksin campak, maka segera lakukan catch up. Terlebih, di atas usia 6 bulan anak sudah mulai aktif dan terpapar dengan dunia luar.

Selain imunisasi lengkap, upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pneumonia pada anak di antaranya pemberian ASI eksklusif, memenuhi kebutuhan nutrisi anak, menghindari polusi di dalam dan luar rumah, mencegah berat badan bayi lahir rendah, dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk cuci tangan pakai sabun.

"Pemberian ASI eksklusif bisa menurunkan risiko anak terkena pneumonia sebesar 15 sampai 23 persen. Penggunaan kompor yang bersih dalam pengolahan makanan juga menurunkan risiko anak kena pneumonia sampai 50 persen," tambah dr Nastiti.

Baca juga: Soal Imunisasi pada Anak, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui Orang Tua (rdn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT