Rabu, 22 Mar 2017 10:45 WIB

Hai Ibu, Baiknya Jangan Simpan ASI Perah Langsung di Freezer Ya

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Menghindari perubahan suhu yang drastis menjadi tujuan dicairkannya ASI perah secara bertahap. Namun jangan salah, prinsip perubahan suhu bertahap ini juga berlaku ketika hendak menyimpan ASI perah lho.

"Nggak boleh langsung dibekukan. Jadi ditaruh di kulkas bagian bawah dulu. Sebab, perubahan suhu yang drastis merusak nutrisi pada ASI perah. Jadi (perubahan suhu secara bertahap) nggak hanya berlaku saat ASI perah beku hendak dicairkan," tutur dr Wiyarni Pambudi SpA dari Tiga Generasi.

Nutrisi yang dominan rusak ketika terjadi perubahan shu drastis saat menyimpan ASI perah yakni sel imun. Contohnya, imunoglobulin A yang berfungsi sebagai perlindungan daya tahan tubuh bayi. dr Wi menambahkan, ASI perah bisa disimpan di suhu ruangan (sekitar 27-29 derajat celcius) selama 4 sampai 6 jam.

Untuk itu, setelah ibu memerah ASI, ada baiknya segera disimpan ke cooler bag. Dalam keadaan darurat, ASI perah bisa disimpan di wadah yang sudah diberi es batu. Intinya, ASI perah berada dalam suhu dingin.

Setelah sampai di rumah, ASI perah bisa langsung disimpan di freezer. Nah, saat ibu memerah ASI di rumah, letakkan dulu ASI perah di kulkas. Saat itu, suhu mulai berubah dari suhu ruang menjadi sekitar 15-18 derajat celcius.

Baca juga: Apa Betul Pemberian ASI Perah Tidak Disarankan Pakai Dot?

"Pokoknya kalau diraba sudah dingin ya sudah, bisa dipindahkan ke freezer. Di freezer, ASI bisa tahan sampai 2 bulan. Untuk penyimpanan ASI perah asalkan wadahnya tertutup rapat, tersegel dengan baik nggak apa-apa ditaruh campur bahan makanan lain. Tapi memang lebih aman kalau ditaruh di satu kontainer khusus," tambah dr Wi yang juga ketua Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) ini.

Nah, soal mencairkan ASI, setelah disimpan di freezer maka ASI perah perlu ditaruh dulu di kulkas. Dikatakan dr Wi, umumnya butuh waktu sekitar 12 jam untuk mencairkan ASI. Untuk itu, dr Wi menekankan pentingnya memiliki stok ASI perah yang sudah cair.

Jika darurat dan ASI perah terpaksa dicairkan langsung dari freezer dan direndam dengan air panas, menurut dr Wi anak hanya akan mendapat aspek nutrisi dari ASI-nya saja. Tapi, ia kurang mendapat aspek perlindungan dari kandungan ASI. Untuk mencairkan ASI, jangan sampai dipanaskan di microwave atau dipanaskan di atas kompor. Sebab, ini akan merusakan kandungan nutrisi dalam ASI.

"Ingat, hirarki makanan bayi itu pertama menyusui langsung. Kalau nggak bisa, diberi opsi kedua yaitu diberi ASI perah. Kenapa ASI perah ditaruh di opsi kedua, karena pasti lebih baik pemberian ASI dengan menyusui langsung. Kemudian hirarki ketiga ASI donor baru yang terakhir, susu formula," kata dr Wi.

Baca juga: Ini Dia Keuntungan Memerah ASI Langsung dengan Tangan (rdn/up)
News Feed