Jumat, 28 Apr 2017 13:02 WIB

Cerita Wanita Lahirkan Bayi Kembar di Usia 58 Tahun

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Usia wanita asal Meksiko ini 58 tahun. Tapi, usia yang sudah terbilang lanjut itu tidak menghalangi keinginannya memiliki momongan.

Bulan lalu, si wanita yang tidak disebutkan namanya itu melahirkan bayi kembar dua secara preamtur. Ya, si wanita hamil setelah sebelumnya menjalani prosedur kehamilan berbantu. Si bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan lahir prematur di usia kandungan 33 minggu.

Dilaporkan Mexican Social Security Institute (IMSS), si bayi sempat dirawat di di Culiacan's Regional General Hospital Number 1. Mereka mendapat berbagai perawatan medis, termasuk untuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Tapi kini, kondisinya dilaporkan membaik.

"Victoria Maria dan saudaranya, Victor Manuel yang lahir dua menit kemudian, mendapat perawatan khusus di Neonatal Intensive Care Ynit selama lebih dari tiga minggu di mana saat itulah mereka berjuang untuk bisa bertahan," kata juru bicara IMSS kepada El Manana, dan dikutip dari Fox News.

Dokter mengatakan Victoria memiliki bobot 1,9 kg sedangkan Victor berbobot lebih rendah. Sementara, sang ibu yang melahirkan melalui operasi caesar menghabiskan waktu sekitar 1 bulan untuk diobservasi.

Baca juga: Menari Jelang Melahirkan, Video Ibu Ini Jadi Viral

"Selama operasi berlangsung, saya sangat tenang dan percaya Tuhan akan memberi kami keajaibang sehingga segala sesuatunya akan baik-nbaik saja. Ketika saya mendengar bayi saya menangis dengan kencang, saya sangat bahagia," tutur si ibu kepada Milenio.

Dikutip dari Pregnancy.co,.au, wanita yang melahirkan di usia lebih tua cenderung menjalani persalinan dengan alat bantu (induksi) atau lewat bedah caesar, meskipun kehamilannya tak bermasalah. Pasalnya, tubuh mereka sudah tak sefleksibel wanita dengan usia lebih muda, sehingga membutuhkan intervensi di saat persalinan.

"Data menunjukkan, semakin tua usia ibu saat hamil, maka risiko komplikasinya juga semakin tinggi. Komplikasi tersebut misalnya tekanan darah atau gula darah (diabetes gestasional) yang bisa berpengaruh ke kondisi si ibu. Belum lagi risiko yang dihadapi bayi. Misalkan ibu mengalami preeklampsia, ada risiko kelahiran prematur. Risiko keguguran serta bayi lahir mati juga bisa saja terjadi pada wanita yang hamil di usia paruh baya," ungkap Dr Ruth M Farrell dari Cleveland Clinic kepada CBS News.

Baca juga: Jika Mengalami 10 Hal Ini, Tandanya Ibu akan Segera Melahirkan

(rdn/vit)