Minggu, 17 Feb 2013 12:01 WIB

Ibu Hamil Jangan Malas Makan Sayur Agar Janin Belajar Makan Sehat

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Banyak orang tua yang mengaku kesulitan mendidik anak-anaknya agar menyukai sayuran dan buah-buahan. Padahal menurut sebuah studi, pengenalan dan pelatihan makan sayur atau buah ini seharusnya sudah dilakukan orang tua sejak anak masih berada dalam kandungan.

"Secara biologis bayi cenderung tertarik pada makanan yang mengandung gula dan garam, bukannya makanan yang rasanya pahit seperti sayuran hijau. Untuk itu mereka harus terpapar dengan buah dan sayuran sejak dini jika orang tua ingin anak mereka menyukainya. Beruntung studi kami menemukan bahwa bayi dapat mempelajari makanan sehat dalam usia yang masih sangat dini," terang peneliti Dr Julie Mennella dari Monell Centre di Philadelphia, AS.

Jadi jika seorang ibu makan banyak buah dan sayur selama hamil dan menyusui maka anaknya akan lebih bisa makan buah saat disapih. Dengan kata lain saat hamil setiap wanita perlu banyak makan makanan sehat sehingga ketika bayi mereka tumbuh dewasa dan mulai perlu disapih, mereka akan familiar dengan rasa buah dan sayuran tersebut.

Setelah melakukan pengamatan terhadap 46 bayi berusia antara 6 bulan hingga satu tahun yang suka mengonsumsi sereal rasa wortel diketahui bahwa ketika hamil ibu mereka suka minum jus wortel beberapa kali dalam seminggu.

Ternyata kebiasaan itu mendorong anak-anak mereka untuk menyukai sereal rasa wortel saat disapih, bahkan konsumsinya dua kali lebih banyak daripada anak-anak yang ibunya tak banyak minum jus wortel ketika mengandung. Anak yang ibunya sering minum jus wortel makan sereal wortel sebanyak 80 gram, sedangkan anak yang ibunya tak begitu suka jus wortel hanya mengonsumsi sereal wortel sebanyak 44 gram saja.

"Kondisi ini memperlihatkan bahwa pada dasarnya setiap manusia sangat terpengaruh dengan paparan pertamanya, terutama sejak di dalam kandungan. Lagipula anak-anak memiliki sensor informasi khusus di dalam rahim ibunya dan melalui ASI," tandas Dr Mennella seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (17/2/2013).

Namun bukan berarti bayi yang diberi ASI sajalah yang dapat dilatih makan sayur dan buah lebih baik ketimbang bayi yang diberi susu botolan. Sebab Dr Mennella juga menemukan bahwa bayi yang minum susu dari botol cenderung dapat menerima buah dan sayuran lebih cepat jika buah dan sayur telah diberikan sejak bayi mulai belajar mengonsumsi makanan padat.

Hal ini dibuktikan dengan peneliti mencoba memberi kacang hijau pada sejumlah bayi selama 8 hari. Di hari pertama, bayi-bayi ini rata-rata makan 50 gram kacang hijau tapi 8 hari kemudian konsumsinya bertambah menjadi 80 gram.

"Jadi terlepas si bayi disusui dengan ASI atau lewat botol, mereka masih dapat belajar mengonsumsi buah dan sayuran setelah disapih asalkan buah dan sayuran tersebut telah dipaparkan secara berulang-ulang. Dengan begini mereka akan sesegera mungkin menerima rasa makanan-makanan itu," pungkas Dr Mennella.



(vta/vta)