Jumat, 12 Apr 2013 13:31 WIB

Lotus Birth, Metode Lahiran Baru asal Bali yang Ngetren di Barat

- detikHealth
Lotus Birth (dok. mybirth.com.au)
Jakarta - Kelahiran anak pertama adalah anugerah yang luar biasa, begitu juga dengan besarnya tanggung jawab yang harus ditanggung orang tua. Tak heran jika orang tua baru cenderung kewalahan mengurus anak pertama mereka, apalagi jika belum berpengalaman. Namun seorang konsultan persalinan asal AS mengemukakan bahwa salah satu cara untuk menghadapinya adalah tidak memotong tali pusar atau ari-ari si anak. Apa relevansinya?

Menurut konsultan dan pendamping persalinan asal Austin, Texas, AS bernama Marry Ceallaigh ini, konon metode persalinan yang membiarkan ari-ari bayi tak dipotong agar mengering dan putus dengan sendirinya ini akan membantu memperkuat ikatan antara ibu dan sang bayi.

"Tren ini makin banyak diadaptasi di kebudayaan Barat, terutama diantara orang-orang yang cenderung holistik. Dengan kata lain ini salah satu cara untuk menciptakan awal kehidupan yang optimal bagi si bayi," tandas Ceallaigh (47).

Meski praktiknya tampak modern, Ceallaigh mengatakan metode persalinan yang disebut dengan 'lotus birth' ini ternyata berasal dari ritual yang telah lama dilakukan oleh masyarakat Bali, Indonesia.

Tali pusar yang tak dipotong itu secara alami akan menutup satu jam pasca persalinan. Kemudian tali pusar berikut plasentanya akan terus menempel dan dibiarkan menjuntai pada tubuh sang bayi selama dua hingga 10 hari hingga akhirnya mengering dan terlepas dengan sendirinya.

"Lagipula banyak orang yang tak memahami bahwa bayi dan plasentanya berasal dari sel-sel yang sama. Jadi ini bukanlah semata produk sisa yang dihasilkan oleh tubuh bayi secara terpisah," terangnya.

Mendukung metode ini, Dr. James Van Hook, direktur Maternal Fetal Medicine at the University of Cincinnati Medical Center mengatakan jika dokter menunda menjepit atau meng-klem dan memotong tali pusar bayi pasca persalinan maka ada peluang bagi si bayi yang baru lahir untuk mendapatkan transfusi final dari sel-sel darah yang kaya akan sel punca dan immunoglobulin. Teorinya, sel-sel ini dapat membantu si bayi melawan infeksi atau lebih kebal terhadap penyakit.

Van Hook juga memperingatkan bahwa pada beberapa kasus tali pusar yang diklem beberapa menit setelah persalinan belum tentu dapat menutup secara alami.

"Di satu sisi kita ingin proses persalinan paling aman yang bisa dilakukan dan di sisi lain, ini adalah proses alami," tandas Van Hook seperti dilansir foxnews, Jumat (12/4/2013).

Namun Van Hook tak menampik jika 'lotus birth' memiliki kelemahan. Aspek yang paling berisiko dari metode ini adalah dokter harus memastikan jika area di seputar pusar tetap bersih sehingga takkan memunculkan risiko infeksi, termasuk memastikan agar plasenta dan tali pusar tidak mempengaruhi perawatan si bayi.

Van Hook sendiri mengaku takkan keberatan jika pasiennya memutuskan untuk menggunakan metode baru ini selama kondisi kehamilannya tak bermasalah. "Keputusan saya kembalikan ke pasien," pungkasnya.



(vit/vit)