Kamis, 16 Apr 2015 14:15 WIB

Selain Darah Tinggi, Diabetes Saat Hamil Juga Dituding Picu Autisme

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
California Selatan -

Berbagai penelitian telah dilakukan, namun tak kunjung memberi pencerahan pada para ilmuwan tentang penyebab utama seorang anak mengalami autisme. Sejauh ini hanya dugaan-dugaan saja yang muncul, salah satunya kondisi sang ibu saat mengandung.
 
Penelitian terakhir menyatakan ibu yang terkena preeklamsia atau tekanan darah tinggi di masa kehamilan berpeluang dua kali lebih besar melahirkan anak dengan gangguan spektrum autisme atau lebih akrab disebut dengan austisme.
 
Namun penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika menemukan bila sang ibu juga mengalami peningkatan gula darah saat mengandung atau 'gestational diabetes', maka bayi yang dilahirkan juga berisiko tinggi menyandang autisme.

"Sebagai gambaran, diperkirakan ada tujuh kasus autisme baru per 1.000 kelahiran pada ibu-ibu yang memperlihatkan gejala diabetes gestasional dini dalam penelitian kami," ungkap peneliti, Anny Xiang seperti dikutip dari CBS News, Kamis (16/4/2015).

Angka ini didapat Xiang setelah mengamati lebih dari 320.000 anak yang lahir dalam kurun tahun 1995-2009 di rumah sakit milik Kaiser Permanente, California selatan. 5,5 tahun kemudian tercatat ada 3.388 anak yang didiagnosis dengan spektrum autisma.

Baca juga: Merokok Selama Hamil, Anak Berisiko Tinggi Diabetes Saat Dewasa

Dari kajian yang lebih mendalam, diketahui bahwa bayi yang terpapar diabetes gestasional di usia kehamilan 26 minggu berisiko terkena autisme 42 persen lebih banyak daripada bayi yang tidak terpapar kondisi yang sama, bahkan setelah peneliti mempertimbangkan faktor risiko lain seperti usia si ibu saat hamil, tingkat pendidikan dan juga berat badan mereka.

Sebaliknya, lanjut Xiang, justru tidak ditemukan adanya peningkatan risiko autisme pada anak yang ibunya mengidap diabetes tipe 2 sebelum mengandung.

"Mungkin ibu yang sudah mengidap diabetes sebelum hamil cenderung mampu mengendalikan gula darahnya ketimbang yang kena gula ketika hamil," katanya.

Xiang juga hanya bisa menduga bahwa tingginya kadar gula darah pada ibu saat mengandung akan mengganggu perkembangan otak bayi di masa-masa krusial. Hal ini sama halnya jika ibunya juga mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi saat tengah berbadan dua.

Hanya saja Xiang menegaskan, dari hasil pengamatannya itu belum bisa dipastikan adanya hubungan sebab-akibat secara langsung antara diabetes selama hamil dengan autisme pada anak.
 
Baca juga: Studi: Usia Ibu Saat Melahirkan Berkaitan dengan Risiko Diabetes pada Anak

(Rahma Lillahi Sativa/Nurvita Indarini)