Konsumsi Parasetamol Oleh Ibu Hamil Pengaruhi Kadar Testosteron Janin

ADVERTISEMENT

Konsumsi Parasetamol Oleh Ibu Hamil Pengaruhi Kadar Testosteron Janin

M Reza Sulaiman - detikHealth
Sabtu, 23 Mei 2015 09:13 WIB
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Obat pereda nyeri yang mengandung parasetamol atau tylenol ditengarai memiliki dampak negatif bagi ibu hamil jika dikonsumsi secara terus menerus. Sebuah penelitian mengungkap bahwa parasetamol dan tylenon memengaruhi kadar testosteron pada janin yang dikandung.

"Kami menganjurkan agar para wanita yang sedang hamil untuk tidak menggunakan obat pereda nyeri secara berlebihan. Gunakan dengan dosis yang tepat dan tidak dalam waktu yang lama," tutur Rod Mitchell, peneliti dari Edinburg University, dikutip dari Reuters, Sabtu (23/5/2015).

Baca juga: Kisah Konyol Para Pecandu, Kibuli Dokter Hanya untuk 'Mabuk' Parasetamol

Dalam penelitiannya, Mitchell dan rekan-rekannya melakukan uji coba kepada tikus yang sedang hamil. Tikus-tikus diberikan parasetamol setiap 24 selama tujuh hari. Setelah itu, para peneliti mengukur kadar testosteron yang dimiliki oleh janin.

Pada 24 jam pertama, tidak ada perubahan kadar testosteron. Namun setelah tujuh hari, kadar testosteron yang dimiliki oleh janin tikus menurun hingga 45 persen.

Mitchell mengatakan menurunnya kadar testosteron ini memiliki beberapa efek negatif jika janin lahir kelak. Pertama, kemungkinan besar janin akan mengalami kemandulan. Yang kedua, risiko terserang penyakit seperti kanker testis meningkat dan terakhir, proses pembentukan testis menjadi tidak maksimal.

Sadaf Ghaem-Maghami, Kepala Royal College of Obstetricians and Gynaecologist mengatakan penelitian ini sangat kasar dan terburu-buru. Namun mengingat karakterisitik jaringan yang dimiliki tikus mirip dengan manusia, bukan tak mungkin penelitian merupakan temuan penting dalam ilmu kandungan.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat berapa kadar parasetamol yang aman dikonsumsi ibu hamil," ujarnya, sembari menekankan bahwa bukan penggunaan obat-obat apapun untuk ibu hamil memang harus sesuai dosis yang tepat mengikuti petunjuk dokter.

Baca juga: Terlalu Sering Diberi Obat, Anak Jadi Mudah Alergi





(M Reza Sulaiman/AN Uyung Pramudiarja)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT