Senin, 04 Apr 2016 12:35 WIB

Soda Kue dan Cuka Bisa Tentukan Jenis Kelamin Anak? Dokter: Itu Kebetulan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Beredar di internet cara-cara yang diklaim dapat dilakukan untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang diinginkan. Apa kata dokter?

Dalam postingan tersebut, disebutkan bahwa jika pasangan suami istri ingin mendapatkan anak perempuan, vagina istri harus dicuci dengan campuran air dan asam cuka. Asam cuka disebut-sebut dapat menghilangkan sperma yang akan menjadi bayi laki-laki.

Sementara itu untuk mendapatkan anak laki-laki, vagina istri dicuci dengan larutan air soda kue. Posisi bercinta pun dianjurkan dengan gaya doggy-style atau dari belakang.

Baca juga: 4 Mitos Sperma yang Dipercaya Masyarakat Kuno Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

"Tidak ada bukti medis soal hal itu," tegas dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOG, dari RS Pondok Indah-Pondok Indah kepada detikHealth, baru-baru ini.

"Kalaupun berhasil? Itu hanya faktor kebetulan," tambahnya lagi.


Dijelaskan dr Yassin, persetubuhan biasa tidak bisa menentukan jenis kelamin yang akan dimiliki bayi. Jika pasutri ingin menentukan jenis kelamin, ada dua cara yang bisa dilakukan.

Pertama, pasutri bisa mengikuti program bayi tabung. Pada program bayi tabung, pembuahan dilakukan di luar tubuh. Sehingga dapat dilihat embrio mana yang memiliki kromosom XX (perempuan) dan mana yang XY (laki-laki) sebelum dimasukkan ke rahim.

Kedua, melalui metode inseminasi buatan. Namun pada metode ini pun peluangnya tidak 100 persen dan hanya berlaku jika pasutri ingin mendapatkan bayi laki-laki.

"Kalau inseminasi buatan, peluangnya hanya 70-an persen untuk anak laki-laki," ungkapnya.

Oleh karena itu, dr Yassin berpesan agar masyarakat bisa lebih jeli mencari informasi dari internet. Pilih sumber informasi dari situs berita kredibel dan berasal dari narasumber yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut.

Baca juga: Ketika Hanya Suami atau Istri yang Ngotot Ingin Tahu Jenis Kelamin Calon Bayi

Sementara itu, informasi yang berasal dari forum atau testimoni jangan langsung dipercaya. Informasi tersebut bersifat opini alias berasal dari pengalaman orang lain yang belum tentu bisa diaplikasikan ke kondisi pasutri.

"Kalau dari forum nggak jelas itu bahaya. Boleh dibaca tapi jangan jadi pedoman. Karena setiap orang pengalamannya menjalani kehamilan berbeda-beda," tutupnya. (mrs/up)